Bismillahirrohmanirrohim..
Assalamu'alaikum Warohmatullah Wabarokaatuh..
Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan
isinya buruk (tidak kita inginkan), yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga
kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya. Kita tahan menghabiskan
waktu berjam-jam saling bercerita, menghibur, menangis bersama dan
tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.
Yang isinya buruk punya jiwa yang luka, begitu
dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi untuk mencintai.
Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan,
dendam, kebencian, iri hati, Kesombongan dan amarah. Kita tidak suka
dengan jiwa-jiwa seperti ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita
tidak tahu bahwa itu semua bukanlah karena mereka semua pada dasarnya
buruk, tetapi ketidakmampuan jiwa memberikan cinta. Justru karena ia
membutuhkan cinta kita, empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk
mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.
Bagaimana mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita?
Bagaimana bisa kita mengajak orang yang takut air untuk berenang bersama?
Luka di lututnya dan ketakutannya terhadap airlah yang mesti
disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau lari dan
berenang bersama kita...
Mereka tidak akan bilang bahwa
lutut mereka luka atau mereka takut air, mereka akan bilang kalau mereka
tidak suka lari atau berenang itu membosankan sama seperti mereka tidak
bilang “Aku membutuhkan kamu” tapi mereka akan berkata “Tidak ada yang
cocok denganku”, Tidak akan bilang “Aku kesepian” tapi berkata
“teman-temanku sudah jauh semua”, Tidak akan bilang “Aku butuh
diterima”, tapi berkata “Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan
denganku”, Tidak akan bilang “Aku ingin didengarkan” tapi berkata “Kisah
hidupku membosankan”, Itulah cara mereka mempertahankan diri.
Teman adalah hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau bungkusnya
jelek, entah isinya bagus atau isinya jelek. Jangan tertipu oleh
kemasan Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita akan tahu
hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNYA buat kita….
Sahabatku, kalian orang yang tau kelebihan dan kekurangan2ku.. kalian orang2 terdekatku setelah keluargaku..
Sahabatku,
entah kalian yang baru maupun telah lama hadir dalam hidupku, saat diri
ini mulai belajar memahami, mengerti orang lain. Bantu aku
untuk memahami kalian dengan baik agar tidak ada lagi suudzhon diantara
kita..
Mari melukis pelangi keindahan di atas langit kehidupan kita...
^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar