Apa yang akan engkau lakukan ketika engkau diberi sebuah amanah yang
engkau merasa tak mempunyai kemampuan tuk menjalankannya sementara di
satu sisi tak ada seorangpun yang mau menjalankan amanah tersebut
karena di zaman sekarang sudah terlalu sedikit orang yang mau menautkan
hati di jalan da’wah.
Lalu engkau pun menangis dalam kedilemaan
antara meninggalkan jalan da’wah namun hati tak rela atau mengambil
jalan da’wah yg merupakan sebuah amanah penuh resiko.
Ya akhi..
Ya ukhti..
Innama’al ‘usri yusro, Fa inna ma’al ‘usri yusro..
Percayakah antum bahwa sesungguhnya dalam kesulitan itu akan ada kemudahan??
Percayakah antum pada kebenaran akan firman-Nya yang as-Shadiq?
La tahzan ya Akhi..
La tahzan ya Ukhti..
Sesungguhnya Allah bersama hambanya yang menautkan hati di jalan-Nya.
Allah tidak akan membiarkan engkau sendirian melewati jalan yang berduri.
Ketika
amanah itu tak ada yang mau menopangnya. Percayalah bahwa engkaulah
yang menjadi orang terpilih oleh Allah tuk mengembannya. Jika engkau
berharap orang yang bisa mengembannya, sekarang sudah terlalu sedikit
mereka yang mahu melakukannya. Karena sekarang hampir semua orang sudah
tidak punya kepedulian terhadap peradaban ummat. Meraka sedang sibuk
pada kebutuhan diri mereka sendiri dan masa depan mereka. Lalu
mengabaikan masa depan agama, bangsa dan negara mereka. Padahal ada
tanggungjawab untuk semua itu.
Sekarang yang ada bukan
bisa atau tidak engkau menjalankannya tapi mahu atau tidak engkau
menjalankannya. Karena jika engkau mahu maka sudah terbuka sebuah jalan
dalam peradaban.
Jika dalam perjalanan engkau merasa kesulitan, Engkau tertindih oleh beban itu. Lalu engkau pun gagal dalam mengembannya.
Jangan
bersedikkkh saudaraku.. Allah tidak menilai hasil pencapaianmu namun
Allah menilai Seberapa besar Azzammu ketika mengembannya. Seberapa besar
Niat tulusmu mau menopangnya.
Amalanmu bergantung
pada niatmu adalah sabda Rosulmu.. Lembaran pertama pada 40 sabda
pilihan darinya. (Hadits Arba’in)
Lalu sekarang apa yang membuatmu meragu?
Ummat membutuhkan uluran tanganmu.. Ummat membutuhkan kepedulianmu..
Tidakkah kamu berpikir jika kamu berada di posisi mereka yang terzolimi
haknya? Bukankah firman-Nya mengatakan kita satu?
Wahai Islam….. Sedih aku melihat keadan ini…. Sedih aku melihat
kezoliman ini.. Disana mereka hidup penuh kewaspadaan sedangkan disini
acara humor selalu menduduki rating tertinggi. Apakah banyaknya tawa
telah mengeraskan hatimu saudaraku…
Wahai Engkau yang muda.. Ayolah Rapatkan barisan. Dudukilah saf paling depan tuk menempuh jalan da’wah ini..
Sudah saatnya engkau buktikan kepedulianmu terhadap agamamu..
Janganlah pecah belah..
Janganlah saling membenci dan engkau akan
merasakan indahnya saling menyayangi.
Mari bersama kita satukan Visi Menuju Peradaban Islam Yang Lebih baik..
Semoga Allah meridhoi setiap langkah kita dalam menegakkan Kebenaran Agama ini.
Semoga Allah menguatkan pundak kita dalam mengangkut segala beban dalam kehidupan Ini..
Allahu Akbar…!!!
Aku menyayangi kalian semua saudara muslimku. Dan aku rindu bertemu kalian dalam firdaus-Nya.
Teruntuk kalian yang telah meniti hati di jalan da’wah.. Tetaplah
Istiqomah.. Sekarang hanya sedikit orang yang bisa istiqomah menempuh
jalan ini..
Jangan rapuh.. Allah menjanjikan syurga untuk hambanya yang menautkan hati di Jalan-Nya.
Allah bersamamu…… Selalu bersamamu…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar