"Tetaplah bersinar apapun yang terjadi, karena banyak sekali orang yang bahagia karena sinarmu...!!"
Jumat, 20 April 2012
Pengemis Yahudi dan Rasulullah shollallaahu 'alayhi wasallam
Di
sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai
saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian
akan dipengaruhinya.
Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah
shollallaahu 'alayhi wasallam mendatanginya dengan membawakan makanan,
dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah shollallaahu 'alayhi
wasallam menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan
pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah
Rasulullah shollallaahu 'alayhi wasallam. Rasulullah shollallaahu
'alayhi wasallam melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.
Setelah wafatnya Rasulullah shollallaahu 'alayhi wasallam, tidak ada
lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi
buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah shollallaahu 'alayhi
wasallam yakni Abu bakar rodhiyallaahu 'anhu berkunjung ke rumah anaknya
Aisyah rodhiyallaahu 'anha yang tidak lain tidak bukan merupakan
isteri Rasulullah shollallaahu 'alayhi wasallam dan beliau bertanya
kepada anaknya itu,
Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?
Aisyah rodhiyallaahu 'anha menjawab, Wahai ayah, engkau adalah seorang
ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah
lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abu bakar
rodhiyallaahu 'anhu. Setiap pagi Rasulullah shollallaahu 'alayhi
wasallam selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk
seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah rodhiyallaahu
'anha.
Keesokan harinya Abu bakar rodhiyallaahu 'anhu pergi ke
pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abu
bakar rodhiyallaahu 'anhu mendatangi pengemis itu lalu memberikan
makanan itu kepadanya.
Ketika Abu bakar rodhiyallaahu 'anhu mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
Siapakah kamu? Abu bakar rodhiyallaahu 'anhu menjawab, Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu. Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih
dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku,
pengemis itu melanjutkan perkataannya.
Abu bakar rodhiyallaahu 'anhu tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah
seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah
Muhammad Rasulullah shollallaahu 'alayhi wasallam.
Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abu bakar rodhiyallaahu 'anhu, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia
tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa
makanan setiap pagi, ia begitu mulia....
Pengemis Yahudi buta
tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abu bakar rodhiyallaahu 'anhu
saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.
“Laqod kaana lakum fi Rosulillahi uswatun hasanatun..” “Sesungguhnya ada pada diri Rosulullah itu suri tauladan baik bagimu." (33;21)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar