Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Bismillahirrohmanirrohim
Mengapa harus Berdakwah ?
Matahari adalah sumber kehidupan di Muka Bumi. Kehadirannya ibarat
tungku yang memayungi kehidupan alam semesta, terutama di muka bumi.
Matahari merupakan energi kehidupan bagi seluruh makhluk. Nasib Tata
Surya terfokus pada subjek yang satu ini.
Matahari merupakan lampu yang sangat terang dengan massa yang sangat
berat. Allah secara khusus bahkan menempatkan matahari pada posisi
mulia, sebagai salah satu nama Surat dalam Al-Qur'an yaitu Surat
Asy-Syam (Matahari). Lantas apa kaitan dakwah dengan matahari itu
sendiri ?
Berbicara tentang aktivitas dakwah, maka tak akan pernah terlepas dari
subjek pelaku itu sendiri, yakni para aktivis dakwah. Merekalah para
pelaku pekerjaan mulia, menyeru dan mengajak orang banyak untuk menjadi
lebih baik dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan
Allah.
Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil 'Alamiin telah mengajarkan
nilai-nilai kepekaan sosial yang cukup tinggi bagi para pemeluknya.
Islam tak pernah mengajarkan agar kebahagiaan hidup itu dinikmati
sendiri, tapi bagaimana orang lain yang belum merasakan kebahagiaan dan
kebaikan hidup ikut merasakannya.
Oleh sebab itulah, perintah untuk dakwah itu muncul. Kebahagiaan dan
kebenaran hidup yang muncul sebagai akibat bentuk dari ketaatan
seseorang terhadap nilai-nilai Islam yang dilaksanakannya merupakan
bentuk kebahagiaan abadi yang akan dirasakan oleh yang melaksanakannya,
kekal hingga ke akhirat kelak.
Perintah untuk melaksanakan syariat dan ajaran Islam itu tak lain untuk
kebaikan manusia itu sendiri. Tak ada untungnya bagi Allah, seseorang
berbuat baik dan menyembah padaNYA. Yang akan merasakan keuntungan dan
kebaikan itu tak lain justru manusia itu sendiri.
Matahari, Sebuah Pelajaran Nyata..
Seorang Aktivis Dakwah perlu mempelajari nilai-nilai filosofi yang
terkandung dalam hikmah penciptaan sebuah matahari. Allah tak pernah
main-main dalam menciptakan segala bentuk unsur kehidupan. di dalamnya
pasti terdapat pelajaran dan hikmah manfaat luar biasa bagi kehidupan
makhlukNYA di muka bumi. Berikut beberapa pelajaran berharga Matahari
bagi para Aktivis Dakwah :
1. Matahari adalah sumber kehidupan
Sehari saja hujan turun secara terus menerus, kebanyakan manusia akan
mengeluh dan merindukan kehadiran sang matahari. Kenapa saat itu manusia
membutuhkan matahari ? sebab mereka merasa sebagian aktivitas
kehidupannya menjadi terganggu tanpa kehadiran matahari. Orang yang
berjualan es cendol misalnya akan merasa jualannya tidak laku dan rugi
karena matahari tidak muncul.
Orang yang ingin bepergian merasa resah karena cuaca mendung dan hujan.
Orang yang mempunyai bayi atau anak kecil akan kerepotan karena pakaian
si kecilnya tak kunjung kering. Itulah bukti bahwa matahari adalah
sumber kehidupan. Belum lagi ketika kita berbicara peran matahari secara
ilmiah. Matahari membantu proses penguapan air laut, matahari membantu
sintesa pada tanaman hijau.
Matahari membantu aneka siklus unsur di muka bumi. Matahari sebagai
sumber energi bagi kehidupan, dan seterusnya. Jika kita analogikan hal
ini kepada peran seorang aktivis dakwah, alangkah luar biasanya. Saat
seorang aktivis dakwah menjadi ruh sebuah kehidupan sosial di
masyarakat, keberadaannya menjadikan orang bahagia, dan ketiadaannya
menjadi duka. inilah salah satu pelajaran berharga dari hakikat
penciptaan matahari. Jadilah aktivis dakwah layaknya matahari.
2. Belajar keikhlasan dari Matahari
Ikhlas adalah sebuah keharusan dalam setiap amalan. Kehadirannya ibarat
ruh bagi amalan itu sendiri. Jika tidak memiliki nilai ikhlas, amalan
tersebut sama saja akan mati. Demikian pula aktivitas dakwah. Para
pelakunya sangat-sangat penting menanamkan keikhlasan dalam setiap
amalan dakwahnya.
Sebab jika tidak, amalannya akan sia-sia. Matahari adalah simbol
keikhlasan nyata yang jarang kita fikirkan. Pernahkah matahari menuntut
kepada bulan yang telah menyerap cahayanya ? atau menuntut kepada
manusia yang telah menggunakan cahayanya untuk kehidupan ?
Begitu besar jasa matahari bagi kehidupan, tapi matahari mengikhlaskan
begitu saja semua potensinya tanpa meminta balasan sedikitpun. Maka bagi
para pelaku dakwah, belajarlah pada keikhlasan matahari. Ada pelajaran
besar darinya yang jarang kita fikirkan.
Wallahua'lam Bish-showab..
^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar