"Tetaplah bersinar apapun yang terjadi, karena banyak sekali orang yang bahagia karena sinarmu...!!"

Minggu, 20 Mei 2012

Pejuang Robbani


Digelap gulitanya malam
digemericik suara hujan
riuh suara katak bersahutan
berlomba bernyanyi bersama jangkrik

Terbuai aku dengan hembusan angin malam
seakan membuai melenakanku ke alam mimpi
namun sinar rembulan mengejutkanku
membangunkanku menuju Lail-NYA

Pagi menjuntai membangun asa
torehkan embun pelepas dahaga
pintu menjerit meminta dibuka
mentari memanggil bersorak sorai

Hey Pemuda.....!!!
bangkit dari tidurmu
lihat di depan matamu
rumah, sawah, rumput, sungai, gunung, lautan
menoreh asa padamu

Hey Pemuda...!!!
ini Negerimu..
ini Bangsamu..
ini Tanah Airmu..

Bukankah Tuhan mengajarkanmu untuk menjaganya ?
bukankah Tuhan mengajarkanmu untuk membelanya ?

Masih sudikah kau melihat kemiskinan dimana-mana ?
masih mampukah kau melihat kedzoliman yang membahana ?
masih inginkah kau melihat para penguasa penghisap darah rakyat ?

Sekarang saatnya hey Pemuda....!!!
bukalah matamu
pandang tajam ke depan
ayunkan tanganmu tuntaskan perbaikan
langkahkan kakimu tunaikan kemakmuran

Inilah saatnya hey Pemuda...!!
terobos kenistaan, tanamkan kemakrufan
singsingkan lengan baju ukir kejayaan

Hey Pemuda...!!
bangkitkan semangatmu
kibarkan giroh juangmu
tunjukkan pada dunia
inilah pejuang penerus Rosulullah SAW
inilah pejuang penerus Umar Bin Khattab
inilah pejuang penerus Umar Bin Abdul Aziz

Ayo Pemuda...!!
Mari Pemuda...!!
Bangkit Pemuda...!!
Semangat Pemuda...!!
Berjuanglah Pemuda Robbani...!!

Senin, 14 Mei 2012

Persahabatan Sampai ke Surga

Bismillahirrohmanirrohim...

Jariku menari indah untuk mengetik sebuah pesan singkat pada sahabatku lewat handphone.
"Assalammu'alaikum... gimana kabar iman antum hari ini akhi..?? semoga Alloh berikan yang terbaik buat antum dan keluarga. Gimana tilawahnya..?? lancar..??"

Kukirim pesan itu, kepada seorang sahabatku, sahabat yang melebihi persaudaraan sedarah. persahabatan yang diikat oleh sebuah motivasi, sebuah ikatan yang sangat kuat... aqidah.

Tak berapa lama HP-ku berbunyi. Sebuah pesan dari seberang.
"Wa'alaikumsalam.... Alhamdulillah baik akhi. Jazakalloh sapaan antum. Di kondisi seperti ini ana butuh sapaan ikhwah seperti ini. Ana kangen antum...."

Subhanalloh...tak terasa air mata ini menetes, sapaan dari hati akan sampai juga ke hati.

Kurasakan ada beban yang sangat berat menimpa sahabatku diujung sana.
"Ya Alloh... semoga Kau ringankan beban saudaraku, jika dia sakit maka ikhlaskan dia, gugurkanlah dosa-dosanya. Jadikan ujian yang Kau berikan sebagai penambah imannya pada-Mu". Itulah sebait doaku untuknya...

Hampir empat tahun kami bersama di sebuah daerah terpencil, bekerja di sebuah perusahaan batubara, di kalimantan Timur. Suka dan duka kami jalani berdua, mungkin tidak hanya berdua, banyak... bahkan keluarga kami begitu dekat. Pahit dan getir, canda dan tawa kami lewatkan bersama dalam mengarungi perjalanan panjang dakwah di sana. Siang hari, kami bekerja untuk mencari nafkah, malamnya kami gunakan untuk syuro agenda-agenda dakwah esok hari, minggu depan bahkan agenda bulan depan. Tak jarang kami harus pulang lewat tengah malam, berboncengan motor berdua. Sungguh sebuah nikmat yang luar biasa....nikmat ukhuwah.

Aku tak akan lupa sosok itu, sosok yang sederhana, tapi punya pemikiran jauh ke depan tentang dakwah ini. Pribadi yang selalu siap menerima amanah dakwah di manapun, apapun dan kapanpun.

Kuingat ketika kami mendapat amanah mengisi taujih di sebuah SMA terpencil yang terletak puluhan kilometer dari dari tempat kami tinggal.
"Akhi... dulu Rasululloh perjuangannya lebih berat dari ini, dicaci maki, dilempari kotoran dan ditekan mentalnya", begitu ujarnya saat berada di tengah jalan.

Semangatnya mengingatkanku untuk lebih kuat lagi menerima amanah dakwah di daerah yang baru aku tinggali sekarang.

Kini hampir lima tahun aku tidak bertemu dengannya. Dulu... di saat hati ini membutuhkan penguatan, dialah yang datang menguatkan, atau kadang sebaliknya. Di saat aku butuh perhatian, dia juga yang rajin me-mutaba'ah amalan-amalan harianku
dengan sms-smsnya. Ya Alloh... semoga kau tetapkan iman di dadanya.
"Tetapi aku tahu sahabat, kaupun juga manusia biasa" lirihku
Kadang kau semangat, tetapi kadangkala ruhiyahmu turun. Kuharapkan dengan membaca suratku ini, kau ingat saat-saat kita bahu membahu bekerja di markas dakwah sampai tengah malam, dan harapanku, ingatan itu menjadi kenangan manis
ukhuwah kita.

Aku tahu kadang senyummu tak terbalas oleh qiyadahmu dan oleh sahabatmu di sana, tetapi percayalah seyummu akan menjadi hiasan di surga-Nya. Kutahu keringatmu membanjir arena amanah dakwah yang kau emban, tapi semoga keringatmu akan menjadi pemadam bara api neraka. Aku tahu airmatamu kadang menetes, tapi semoga tetesannya akan menyuburkan bumi ini dengan munculnya mujahid-mujahid baru yang siap menerima tanggungjawab dakwah.

Sahabatku...di saat kau merasa kesepian... ingatlah bahwa Allah sangat dekat.
Sahabatku.. di saat kau merasa berat menajalani hidup ini, ingatlah jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Ingatlah sahabatku, seberat apapun beban yang kau pikul saat ini, Gusti Allah tidak tidur, Alloh tidak dzalim padamu.
sahabatku... kuingin sapaanku ini mengobati rasa rindumu....
Kuingin sapaanku ini mengobati galau hatimu di kala kau membutuhkan sentuhan hati yang tulus..
Kuingin sapaanku ini menjadi pelipur lara tatkala tak seorang ikhwahpun memperhatikanmu.
Karena kuyakin engkaupun manusia yang butuh perhatian seorang sahabat, berbagi suka dan duka dalam mengarungi jalan panjang dakwah ini.
Sahabatku semoga suatu saat kita bertemu, kalaupun tidak di sini, di dunia ini.. semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Semoga persahabatan kita sampai ke Surga.. aamiin...

Teruntuk seluruh sahabat-sahabatku..
^_^.

10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang

Bismillahirrohmanirrohim...

Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah satu ikatan yang diikat dengan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain adalah saudara.

Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus dimiliki oleh kaum mukminin

Allah SWT menyebutkan bahwa generasi Muslim terbaik adalah generasi yang saling berkasih sayang antar mereka.

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (QS. Al-Fath : 29)

Dalam ayat yang lain, Allah juga menyebutkan karakter itu sebagai karakter generasi pengganti; generasi pilihan.

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin." (QS. Al-Maidah : 54)

Bagaimana bentuk kasih sayang sesama muslim yang menjadi hak ukhuwah itu? Setidaknya ada 10 bentuk kasih sayang yang menjadi hak ukhuwah :

1. Berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran : 159)

2. Memaafkan dan memohonkan ampun serta bermusyawarah dengan mereka
"Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran : 159)

3. Tawadhu' terhadap sesama Muslim
"Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain." (HR. Muslim).

4. Menghilangkan hal-hal yang bisa menyakiti mereka
Dalam sebuah hadits, Abu Barzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)


5. Senyum, Salam dan Sapa
"Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)

"Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berikan makanan, dan lakukan shalat saat orang lain tidur malam, niscaya kalian masuk surga dengan tenang." (HR. Tirmidzi, "hasan shahih")

6. Meringankan kesusahan sesama Muslim dan membantu mencarikan solusi baginya
"Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seseorang, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)

7. Menutupi aib sesama Muslim
"Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutup aibnya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)

8. Senang melakukan/memberikan sesuatu yang disenangi sesama Muslim
"Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." (HR. Bukhari)

9. Menunaikan hak-hak mereka, terutama enam hak sosial Muslim dari Muslim lainnya
"Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam; jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika dia bersin dia memuji Allah subhanahu wata’ala maka bertasymitlah untuknya, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika dia mati maka iringilah jenazahnya." (H.R. Muslim)

Tasymit adalah mendo’akan Muslim yang bersin dengan ucapan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu)

10. Mendoakan sesama Muslim dalam doa-doa kita, baik sepengetahuannya ataupun di luar sepengetahuannya
"Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, "Dan bagimu seperti apa yang kamu pinta" (HR. Muslim)

^_^.

Kamis, 10 Mei 2012

Untukmu Pejuang Dinnullah

Untukmu pejuang dinnullah,
Teruslah berjuang membawa risalah Rasulmu
Untuk kehidupan umat yang lebih baik
Seperti sel darah merah yang mengangkut oksigen
Untuk menghidupi sel-sel tubuh

                     Untukmu pejuang dinnullah,
                     Teruslah menyeru membersihkan setiap ide kufur
                     Yang telah menjalar di otak dan benak umat
                     Seperti ginjal yang tak pernah letih mencuci darah-darah kotor
                     Membersihkannya dari zat-zat racun perusak kinerja tubuh

Untukmu pejuang dinnulah,
Teruslah beropini membongkar makar para kapitalis dan zionis kejam
Yang merusak tatanan kehidupan umat
Seperti hati membongkar sel darah merah
Meremajakannya dan menjadikannya layak beredar kembali

                     Untukmu pejuang dinnullah,
                     Teruslah bersatu, berjalan bergandengan
                     Memikul setiap beban kehidupan
                     Seperti benang-benang fibrin
                     Yang saling bertautan bekerjasama menutupi luka

Untukmu pejuang dinnullah,
Umat menanti perjuanganmu,
Untukmu pejuang dinnullah,
Surga menunggu kesyahidanmu,
Untukmu pejuang dinnullah . . . .

Keutamaan Silaturahmi dan Ancaman Meninggalkannya

Manusia adalah mahluk sosial, yang selalu membutuhkan perhatian, teman dan kasih sayang dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial, ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka demi mencapai kebutuhan tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap sesamanya. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu silaturahmi harus dilaksanakan dengan baik.

Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Keutamaannya sangat banyak, profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yang memberikan makanannya di setiap waktu dengan izin Rabb-nya

Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini.

Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia?

Sesungguhnya sempurnalah dengannya keakraban, tersebar kasih sayang dengan perantaraannya, dan merata rasa cinta. Ia adalah bukti kemuliaan, tanda muru`ah, mengusahakan bagi seseorang kemuliaan, pengaruh, dan wibawa. Karena alasan itulah berlomba-lomba padanya orang-orang mulia yang berakal, maka mereka menyambung (tali silaturrahim) kepada orang yang memutuskan dan memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun kepada yang bodoh. Tidaklah nampak muru`ah kecuali ada padanya tali kekeluargaan yang disambung kembali, kebaikan yang diberikan, kesalahan yang dimaafkan, dan uzur yang diterima.

Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya : “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad :22-23).

“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’:1).



Silaturahmi merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, apa bila kita melaksanakan perintah tersebut disamping kita mendapatkan pahala juga akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang sangat banyak sekali, diantara keutamaan tersebut adalah :

1. Silaturahmi merupakan sebagian dari konsekuensi iman dan tanda-tandanya

Dari Abu Hurairah ra oa berkata, Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi". (HR Bukhori dan Muslim)

2. Silaturahmi adalah penyebab bertambah umur dan luas rizqi

Dari Abu Hurairah t ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi" (HR Bukhori dan Muslim)

3. Silaturahmi menyebabkan adanya hubungan Allah swt bagi orang yang menyambungnya

"Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia swt selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.' Dia swt berfirman: 'Benar, apakah engkau ridha bahwa Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau? Ia menjawab, 'Bahkan.' Dia I berfirman, 'Itulah untukmu.'

4. Akan selalu berhubungan dengan Allah swt.

Dari Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, "Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Silaturahmi merupakan salah satu penyebab utama masuk surga dan jauh dari neraka

Dari Abu Ayyub al-Anshari ra, sesungguhnya seorang laki-laki berkata: Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka. Maka Nabi saw bersabda : "Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi" (HR Bukhari dan Muslim)

6. Silaturahmi merupakan ketaatan kepada Allah swt dan ibadah besar, serta petunjuk takutnya hamba kepada Rabb-Nya, sehingga ia menyambung tali silaturahmi tatkala Allah swt menyuruh untuk disambung

Firman Allah swt : "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk" (QS. Ar-Ra'd :21)

7. Silaturahim merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt.

Dari seorang laki-laki dari Khos’amm berkata : saya mendatangi Rasulullah sawsedangkan beliau sedang bersama salah seorang sahabatnya, aku berkata : kamu mengaku bahwa engkau adalah Rasulullah? Rasulullah saw menjawab : “iya”, aku bertanya : amalan apa yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab ; “Beriman kepada Allah swt ”, aku bertnya lagi, kemudian apa lagi ? beliau menjawab : “kemudian menyambung silaturahmi”. (HR Abu Ya’la dengan sanan Jayyid)

8. Sesungguhnya ganjaran silaturahmi lebih besar dari pada memerdekakan budak

dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu 'anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi saw sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: "Apakah sudah engkau lakukan?" Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu." (HR Bukhori dan Muslim)

9. Di antara besarnya ganjaran silaturahmi, sesungguhnya sedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain

Dari Salman bin 'Amir ra, dari Nabi saw beliau bersabda: "Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi." (HR Tirmidzi)

demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas'ud ra, ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi saw: Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi saw bersabda: "Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah." (HR Bukhari dan Muslim)



Dan sebaliknya apabila meninggalkan silaturahmi maka akan mendapatkan ancaman dan akibat yang diperoleh. Diantara ancaman memutuskan silaturahmi adalah :

1. Tidak akan diterima amalnya

Dari Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda “ “sesungguhnya perbuatan anak cucu adam diperlihatkan pada setiap kamis malam jumat, maka tidak akan diterima amalnya orang yang memutus tali silaturahmi”. (HR Ahmad)

2. Akan terputus hubungannya dengan Allah swt.

Rosulullah saw bersabda, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" HR. Bukhari, dan Muslim.

3. Tidak termasuk golongan yang beriman kepada Allah swt dan hari akherat.
Karena salah satu tanda keimanan seseorang adalah senantiasa meghubungkan silaturahmi.

4. Akan dilaknat oleh Allah dan dimasukan kedalam neraka jahanam.

Allah swt berfirman : “ orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam) (QS Ar’Rad : 25)

“ Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? mereka Itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”(QS Muhammad 22-23)

5. Tidak masuk surga

Dari Jubair bin Mut?im ra sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, " Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan.". Sufyan berkata : “yaitu yang memutus hubungan tali silaturahmi” (HR. Bukhari dan Muslim)

Itulah beberapa keutamaan bagi orang yang melakukan silaturahmi dan ancaman bagi orang yang meninggalkannya.

10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga

Bismillahirrohmanirrohim...
Setiap orang pasti ingin masuk surga. Namun, tidak mudah untuk meraihnya. Tak cukup hanya mengaku sebagai Muslim, butuh ketaatan dan pengorbanan
Lihatlah bagaimana sikap itu ditunjukkan oleh para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Tidak hanya harta, jiwa dan raga pun rela mereka persembahkan untuk kejayaan Islam.

Dari sekian banyak sahabat Nabi, ada sepuluh sahabat yang memperoleh jaminan surga (Asratul Kiraam).
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ’anhu (RA) adalah khalifah pertama, setelah Nabi wafat. Ia sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah, kemanapun Nabi pergi, ia selalu menyertainya. Termasuk saat Rasul dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah, suatu perjalanan yang penuh dengan risiko. Sejak remaja, Abu Bakar telah bersahabat dengan Nabi. Ia juga orang pertama yang memeluk Islam. Tidaklah sulit baginya untuk mempercayai ajaran Islam, karena tahu betul keagungan akhlak Rasulullah. Demikian juga saat Nabi menyampaikan peristiwa Isra Mi’raj. Abu Bakarlah sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa tersebut. Oleh sebab itu, ia diberi gelar oleh Rasulullah yakni Ash-Shiddiq (yang benar, jujur, dan membenarkan). Abu Bakar wafat dalam usia 63 tahun (13 Hijriah). Ia dikebumikan di Madinah bersebelahan dengan makam Rasulullah. Ia diriwayatkan 142 Hadits.

2. ‘Umar bin Khattab
‘Umar bin Khaththab RA adalah khalifah kedua. Ia termasuk sahabat yang sangat dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, ia dikenal sebagai sosok yang jago gulat dan gemar mabuk-mabukan. Seluruh penduduk Makkah merasa takut kepadanya. ’Umar memeluk Islam setelah mendengar surat Thoha yang dibacakan saudara perempuannya. Ia sangat keras dalam membela agama Allah. Ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat. Saat ’Umar diangkat menjadi khalifah, daerah kekuasaan Islam bertambah. Kerajaan Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukan dalam kurun waktu satu tahun (636-637 M). Pemimpin yang sederhana dan peduli para rakyatnya ini, wafat setelah dibunuh Abu Lukluk saat hendak memimpin shalat ( 23 H/644 M). Ia dimakamkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah.

3. ‘Utsman bin Affan
‘Utsman bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinannya, ia berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al- Qur’an. ’Utsman masuk Islam lewat ajakan Abu Bakar As-Siddiq. Ia mendapat gelar Dzun Nur ’Ain (Pemilik Dua Cahaya), karena menikahi dua putri Nabi, Ruqayyah dan Ummu Kultsum. ’Utsman dikenal sebagai saudagar kaya dan dermawan. Ia selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Saat berkecamuk perang Tabuk, ’Utsman menyumbang lebih dari 940 unta, kemudian membawa 60 kuda untuk menggenapinya menjadi 1000. Usman Wafat pada tahun 35H atau 655M.

4. ‘Ali bin Abi Thalib
‘Ali bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Suami dari putri Nabi, Fatimah, ini merupakan orang yang pertama masuk Islam dari golongan anak-anak. Sebagian meriwayatkan saat itu usianya 10 tahun. ’Ali terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas. Pada saat peristiwa hijrah, ’Ali tidur di atas tempat tidur Rasulullah. Sehingga, para tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi masih berada di dalam rumah. ’Ali wafat pada tahun 40 Hijriyah, setelah ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun setelah shalat Shubuh. Ia meninggal dalam usia 63 tahun dan menjabat sebagai khalifah selama 4 tahun 9 bulan. Beliau dimakamkan di Kufah, Irak.

5. Thalhah bin Abdullah
Thalhah bin ’Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Ia berasal dari suku Quraisy. Saat berkecamuk perang Uhud, Thalhah ikut serta. Di arena tersebut ia menderita luka parah. Dia menjadikan dirinya sebuah perisai bagi Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan menancap diri Nabi dengan tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus. Thalhah wafat pada 36 H atau 656 M. Ia Syahid saat mengikuti perang Jamal.
6. Zubair bin Awwam
Zubair bin Awwan termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun). Usianya saat itu baru 15 tahun. Pembelaannya terhadap Islam begitu nyata, Zubair tidak pernah absen dalam berbagai petempuran bersama kaum muslimin. Ia selalu berada di garda depan saat jihad dikumandangkan. Sekujur tubuhnya terdapat luka dari hasil peperangan. Ia sangat dicintai Rasulullah. Saat terjadi perseturuan di antara kaum muslimin, Zubair tidak sedikit pun memihak yang berseteru. Ia malah berusaha menyatukannya.

Zubair ditikam ketika sedang menghadap Allah, ia wafat pada tahun 36H atau 656M.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Sa’ad bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir menunggang kuda dan memanah. Jika ia memanah musuh dalam sebuah peperangan pastilah tepat sasaran. Hampir seluruh peperangan ia ikuti. Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam mogok makan dan minum. Dengan harapan, Sa’ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu menemui ajal, ancaman itu dihiraukannya. Ia tidak menjual keyakinannya dengan apa pun, nyawa ibunya sekalipun. Saat periode Khalifah Umar bin Khattab, Sa’ad diangkat sebagai gubernur militer di Iraq yang bertugas mengatur pemerintahan dan sebagai panglima tentara.Sa’ad wafat pada usia 70 tahun (55H atau 675M). Ia dimakamkan ditanah Baqi’

8. Sa’id bin Zaid
Sa’id adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk Islam bersama-sama istrinya, Fathimah binti Al-Khaththab, adik perempuan ‘Umar bin Khaththab. Sa’id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk berkhidmat kepada Islam. Ketika memeluk Islam usianya belum genap 20 tahun. Sa’id turut berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Ia juga turut bersama kaum muslimin mencabut singgasana Kisra Persia. Sa’id pernah diperintahkan Rasulullah untuk memata-matai aktivitas musuh.
Ia wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M), dan dimakamkan di Baqi’, Madinah.

9. ‘Abdurrahman bin ‘Auf
Abdurrahman bin ’Auf juga termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Ia di antara sahabat Rasul yang memiliki harta berlimpah. Selurah hartanya itu ia peroleh melalui perniagaan. Kesuksesannya tidak membuat ia lupa diri. Ia selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Bahkan saat ia diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat bersedekahnya semakin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang, dan 1.500 ekor unta ia sumbangkan untuk perjuangan menegakkan Islam. Abdurrahman sempat berhijrah ke Habasyah sebanyak dua kali. Ia wafat pada umur 72 tahun (32H/652M) dan dimakamkan di baqi’.

10.Abu ‘Ubaidah bin Jarrah
Rasulullah pernah memberikan pernyataan tentang Abu ‘Ubaidah. “Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah,” begitu kata Rasulullah. Abu Ubaidah orang yang amanah dan jujur dalam berperilaku. Abu Ubaidah masuk Islam melalui perantara Abu Bakar As-Shiddiq diawal kerasulan Muhammad. Ia beberapa kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.

Rabu, 09 Mei 2012

Analisis Kondisi Dakwah Kampus Terkini



“…dan sampaikanlah ayatKu walaupun hanya 1 ayat…”.
Kalimat ini mungkin sering terdengar bagi kita kaum muslimin, namun bagi yang tergugah akan panggilan ini tentu dakwah akan menjadi salah satu prioritas dalam hidupnya. Sebagaimana Allah menuangkan perintahNya dalam kitab suci Alquran atas seruan ini. 

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran : 104)

Dakwah atau menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran tentunya disadari oleh para aktivis dakwah baik itu medannya, halang rintangnya ataupun sarana lainnya yang kurang mendukung kegiatan mulia ini. Tujuan untuk membumikan dinul Islam kembali pun harus bertahap dan penuh kesabaran dalam menatanya. Itu semua sunatullah yang harus dihadapi dengan penuh keteguhan dan komitmenitas yang tinggi agar keberlangsungan dakwah ini terjamin. 

Berbagai lapisan masyarakat pun harus tersiram oleh dakwah, tak terkecuali lapisan kampus yang notabene adalah generasi muda sebagai agent of change. Generasi muda adalah generasi yang penuh semngat, pemikiran brilian dan tenaga yang tinggi yang akan bernilai lebih bila dikorbankan dalam perjuangan dakwah ini. Dakwah kampus targetnya adalah orang – orang yang intelektual, penuh keragaman latar belakang fikrah, penuh kevariatifan motif, dan penuh pemikiran – pemikiran budaya yang tentunya memiliki problem-problem ataupun permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalamnya.
Kondisi-kondisi terkini yang terjadi dalam dakwah kampus menurut pandangan saya sendiri adalah :
1.      Dakwah Terkesan Masih Eksklusif
Tercermin dari para aktivisnya termasuk saya sendiri yang mungkin dapat dikatakan kurang membaur dengan para mahasiswa ammah. Padahal asalkan status Aktivis dakwah kampus masih dijunjung tinggi nilai-nilainya, pluralitas yang ada dapat disikapi dengan baik oleh para aktivis dakwah dengan membaur tanpa melebur bersama mereka. Sebagaimana Allah perintahkan dalam salah satu surat di Al Qur’an bahwa kita dilarang untuk menjadikan orang non muslim sebagai sahabat sejati kita. Karena orang ahli kitab sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 105, Allah berfirman yang artinya “Orang – orang yang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah telah memberikan rahmatNya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemberi karunia yang paling besar.”
Untuk itu memang dibutuhkan tarbiyah dzatiah yang kuat sebagai tameng ini semua. Berat memang. Teori itu mudah. Namun yang dirasakan selama ini beberapa aktifis dakwah kampus hanya akan menerapkan sunah atau menunujukkan keeksitensian diri pada sesama aktifis. Contoh ringan : Sesama aktifis akan menyampaikan kata Syukron, ‘afwan saat menghadapi aktifis dakwah yang lain. Namun kenapa pada yang ‘ammah mereka tidak mengatakannya juga? Kalaupun dengan dalih yang mengatakan bahwa menyampaikan sesuatu pada tempatnya, menurut saya ini hanyalah jawaban kamuflase belaka, karena ini belum mencerminkan alasan sesungguhnya kenapa seseorang tersebut berbahasa Arab dalam beberapa kata itu. Kalau alasannya ingin menerapkan apa yang Imam Al Syahid Hasan Al Banna wasiatkan yaitu dengan membiasakan berbahasa Arab walaupun sedikit kenapa harus pilih – pilih untuk membiasakan hal ini. Bukankah katanya ingin syiar, tapi kenapa syiar pada aktifis? Lalu sebenarnya tujuan syiar lebih kepada siapa? Aktivis atau ‘ammah?


2.      Komitmenitas ADK
Ya, permasalahan yang saya anggap cukup urgent juga. Cukup banyak permasalahan yang berkaitan dengan komitmen ini, namun saya akan lebih fokus menanggapi komitmen para Aktifis dalam mengemban amanahnya. Memang tujuan utama kita adalah menunaikan atau menjalankan Amanah Orang Tua yaitu akademik alias kuliah. Namun, jangan sampai hal itu menjadikan alasan kita untuk menunda-nunda suatu kegiatan dalam rangka syiar dakwah atau sejenisnya. Dan jangan sampai karna ingin cepat-cepat lulus kita terburu-buru untuk menyelesaikan amanah kita tanpa mempertimbangkan teman-teman atau jundi-jundi yang ada dalam sebuah wajiha tersebut dan bahkan terkesan memaksakan.

3.      Krisis Keteladanan
Seseorang yang menjadi aktifis dakwah kampus seharusnya adalah orang yang benar – benar dapat memberikan keteladan baik dari sikap, kesantunan, intelektualitas, dan spiritualitasnya. Bila aktifis dakwah kampus kurang memberikan keseimbangan dalam hal – hal terkait diatas maka dakwah akan cenderung dipandang sebelah mata oleh ‘ammah. Sekali lagi, keseimbangan ini tidak harus mengorbankan komitmennya sebagai Agen Dakwah Kampus. Melebur tanpa terwarnai.

4.      Inisiatif Untuk Aktif
Sebaik-baiknya aktifis itu adalah yang memiliki Inisiatif untuk bergerak sendiri, bukan karena ada hal-hal tertentu yang membuatnya untuk aktif, tapi karena niat tulus untuk mensyiarkan Islam. Namun, yang saya lihat selama ini, hamper semua aktifis itu harus terlebih dulu ditekan dan diperintah untuk menjalankan baru dia mau untuk bergerak.

5.      Kreativitas dan Inovatif
Sebuah kegiatan itu ada masanya masing-masing, mungkin kegiatan ini menjadi primadona di masa sekarang, namun beberapa tahun kedepan atau bahkan beberapa minggu kedepan tren atau kegiatan tersebut sudah tidak efektif lagi untuk dijadikan cara untuk berdakwah. Dan begitulah kondisi dakwah selama ini yang saya lihat masih mengikuti cara-cara lama yang saya rasa sudah tidak efektif lagi untuk dilaksanakan pada kondisi sekarang.


         Saya mengakui bahwa sepenuhnya saya belum termasuk orang – orang yang masih diharapakan seperti dalam tulisan ini. Masih begitu banyak perbaikan – perbaikan diri yang perlu dibertahapi untuk kebaikan di depan hari. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar – besarnya terutama pada Allah swt bila pengamatan saya ini hanya sepihak tanpa memperhatikan pertimbangan – pertimbangan yang lebih lanjut dari pihak – pihak yang saya kaitkan dalam tulisan ini.