"Tetaplah bersinar apapun yang terjadi, karena banyak sekali orang yang bahagia karena sinarmu...!!"

Minggu, 23 Juni 2013

Ke-Galau-an Pemilih Rantauan

Galau, mungkin kata itu pantas disematkan kepada saya yang merupakan salah satu pemilih yang terdaftar dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (PEMILUKADA) Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan yang dilaksanakan serentak pada tanggal 6 Juni 2013 di seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Sumatera Selatan. Pasalnya, saya yang merupakan mahasiswa perantauan dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) yang menuntut ilmu di Kabupaten Ogan Ilir (OI) tidak dapat “Pulang Kampung” untuk ikut serta dalam pencoblosan PILKADA karena harus mengurus tugas akhir (mahasiswa tingkat akhir).
Sebelumnya pada tanggal 5 Juni 2013 saya mencoba bertanya pada beberapa teman-teman dan tetangga yang merupakan bagian dari petugas pemungutan suara (PPS) di beberapa desa di Kecamatan Indralaya Utara tentang keikut-sertaan saya pada PEMILUKADA, apakah saya yang merupakan perantauan namun berasal dari daerah lain dalam Provinsi Sumsel bisa melakukan pemilihan di Ogan Ilir. Beberapa teman mengatakan boleh, asal membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Kartu Keluarga (KK), dan beberapa teman lain mengatakan tidak tahu dan menyuruh coba datang saja langsung ke TPS pada tanggal 6 Juni.
Sesampai di kos-kosan, saya menyalakan televisi dan membuka chanel TVRI Sumsel Babel dan kebetulan tengah membahas mengenai PEMILUKADA dengan menghadirkan narasumber Ketua KPU Sumsel dan juga membuka diskusi interaktif via telepon dan sms. Saya mencoba menghubungi nomor yang tertera via telepon namun setelah beberapa kali mencoba tak ada satupun yang bisa terhubung. Lalu kemudian ada salah satu penelpon yang masuk dan ditayangkan di televisi menanyakan hampir seperti yang ingin saya tanyakan mengenai keikutsertaan dalam PEMILUKADA. Lalu Ibu Ketua KPU menjawab bahwa pemilih yang ingin bepergian, boleh memilih di daerah lain di Provinsi Sumsel asal membawa formulir C-8 yang bentuknya saya pun tidak tahu. Saya yang kurang puas kembali mencoba menghubungi via telepon dan sms namun tak ada satu pun yang masuk dan direspon. Akhirnya saya pun berniat untuk langsung datang ke TPS yang ada di dekat kos-kosan saya keesokan harinya.
Tanggal 6 Juni 2013, dengan penuh semangat dan harapan untuk dapat turut serta dalam “Pesta Demokrasi Rakyat Sumsel” saya datang ke TPS 015 Gang Lampung. Saya kemudian bertanya kepada petugas yang ada disana apakah saya mahasiswa dari daerah lain boleh mencoblos, lalu petugas tersebut menanyakan apakah saya punya undangan dan kartu pilih, saya menjawab punya tapi ada di rumah orang tua saya di OKU Timur, lalu bapak tersebut meminta untuk melihat KTP saya, kemudian saya keluarkan KTP dan E-KTP saya yang berdomisili di OKU Timur, lalu beliau menanyakan kembali apakah saya punya formulir C-8, saya menjawab tidak punya, karena tidak sempat untuk pulang ke OKU Timur untuk mengurusnya. Kemudian para petugas bermusyawarah dan lalu mengatakan pada saya bahwa saya tidak bisa memilih dan disarankan untuk memilih di TPS masing-masing atau lebih tepatnya kembali ke OKU Timur untuk sekedar mencoblos.
Tak berhenti sampai disitu, saya lalu menuju ke kosan salah satu teman saya yang juga mahasiswa perantauan dari Kota Lubuk Linggau, dan dengan asa yang besar kami berangkat menuju TPS Muhajirin, dan tak jauh berbeda, kami pun tidak diperbolehkan untuk memilih dengan alasan harus punya KTP yang berdomisili di Ogan Ilir. Akhirnya saya pun pasrah, karena memang sudah ada ketentuannya yang ditetapkan oleh KPU Sumsel. Saya pun sadar, itu dilakukan untuk kebaikan, untuk menghindarkan dari tindakan kecurangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu.
Akhirnya, untuk pertama kalinya saya termasuk ke Golongan Putih alias Golput, dan rasanya agak sedikit kecewa tidak dapat turut serta dalam “Pesta Demokrasi Rakyat Sumatera Selatan”. Meski demikian, saya tetap berharap semoga pasangan calon yang ingin saya pilih menang dalam PEMILUKADA ini, jika pun kalah, semoga pasangan yang terpilih mampu mengemban amanah rakyat dan membangun Sumatera Selatan yang BARU dan UNGGUL serta bermasadepan yang CERAH dan GEMILANG.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar