Bismillahirrohmanirrohim...
Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah satu ikatan yang diikat
dengan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Mukmin yang satu dengan
mukmin yang lain adalah saudara.
Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu
dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus
dimiliki oleh kaum mukminin
Allah SWT menyebutkan bahwa generasi Muslim terbaik adalah generasi yang saling berkasih sayang antar mereka.
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan
dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang
sesama mereka." (QS. Al-Fath : 29)
Dalam ayat yang lain, Allah juga menyebutkan karakter itu sebagai karakter generasi pengganti; generasi pilihan.
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad
dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah
mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut
terhadap orang yang mukmin." (QS. Al-Maidah : 54)
Bagaimana bentuk kasih sayang sesama muslim yang menjadi hak ukhuwah
itu? Setidaknya ada 10 bentuk kasih sayang yang menjadi hak ukhuwah :
1. Berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut
terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar,
tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran : 159)
2. Memaafkan dan memohonkan ampun serta bermusyawarah dengan mereka
"Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran : 159)
3. Tawadhu' terhadap sesama Muslim
"Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat
tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan
melampaui batas pada yang lain." (HR. Muslim).
4. Menghilangkan hal-hal yang bisa menyakiti mereka
Dalam sebuah hadits, Abu Barzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat
bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari
jalan-jalan kaum muslimin.” (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)
5. Senyum, Salam dan Sapa
"Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)
"Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berikan makanan, dan lakukan
shalat saat orang lain tidur malam, niscaya kalian masuk surga dengan
tenang." (HR. Tirmidzi, "hasan shahih")
6. Meringankan kesusahan sesama Muslim dan membantu mencarikan solusi baginya
"Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu
keperluannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seseorang, maka Allah
akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
7. Menutupi aib sesama Muslim
"Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutup aibnya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
8. Senang melakukan/memberikan sesuatu yang disenangi sesama Muslim
"Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." (HR. Bukhari)
9. Menunaikan hak-hak mereka, terutama enam hak sosial Muslim dari Muslim lainnya
"Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam; jika kamu bertemu
dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka
penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu maka
nasihatilah dia, jika dia bersin dia memuji Allah subhanahu wata’ala
maka bertasymitlah untuknya, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika dia
mati maka iringilah jenazahnya." (H.R. Muslim)
Tasymit adalah mendo’akan Muslim yang bersin dengan ucapan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu)
10. Mendoakan sesama Muslim dalam doa-doa kita, baik sepengetahuannya ataupun di luar sepengetahuannya
"Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa
sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, "Dan bagimu
seperti apa yang kamu pinta" (HR. Muslim)
^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar