Rasulullah pernah mengatakan,“Aku mengagumi seorang mukmin
karena selalu ada kebaikan dalam setiap urusannya. Jika ia mendapatkan
kesenangan, ia bersyukur (kepada Allah) sehingga di dalamnya ada
kebaikan. Jika ditimpa musibah, ia berserah diri (dan menjalankannya
dengan sabar) bahwa di dalamnya ada kebaikan pula.” (HR Muslim)
Nah …Itulah gambaran seorang mukmin. Setiap aktivitas dalam hidupnya
selalu mendatangkan kebaikan. Dalam hadits itu rasulullah menjelaskan
dua keadaan yang ada dalam diri manusia yaitu kesenangan dan kesedihan.
Dua keadaan itu dapat membedakan mana yang termasuk orang mukmin dan
orang yang tidak beriman . Mukmin selalu besyukur ketika mendapatkan
kesenangan dan selalu bersabar ketika mendapatkan musibah.
Syukur ketika mendapatkan kebaikan/kesenangan adalah sesuatu mudah
untuk dilakukan tetapi sabar ketika mendapatkan musibah adalah sesuatu
sangat sulit untuk dilakukan. Hal itulah yang akan membedakan tingkat
keimanan seseorang. Semakin besar ujian yang diterima dan dia dapat
bersabar maka semakin tinggi pela derajat seseorang.
Salah satu ujian kesabaran bagi seorang muslim adalah sakit. Sakit bagi seorang memiki banyak hikmah, diantaranya:
1. Sakit adalah penggugur dosa-dosa hamba-Nya. Penyakit
yang diderita seorang hamba menjadi sebab diampuninya dosa yang telah
dilakukan termasuk dosa-dosa setiap anggota tubuh. Rasulullah Saw
bersabda, “Setiap getaran pembuluh darah dan mata adalah karena
dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah dari perbuatan itu lebih banyak
lagi.”
(HR. Tabrani).
2. Orang sakit yang mau bersabar akan mendapatkan pahala dan ditulis
untuknya bermacam-macam kebaikan dan ditinggikan derajatnya. Rasulullah
Muhammad Saw bersabda, “Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih
kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya
satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim dari Aisyah ra).
3. Sebagai timbal baliknya, ia akan selamat dari siksa neraka.
“Aisyah Ummul Mukminin menerangkan sabda Rasulullah Saw bahwasannya
sakit karena demam itu akan menghindarkan orang Mukmin dari siksa api
neraka.” (HR. Al-Bazzar)
4. Selalu ingat pada Allah. Dalam kondisi sakit akan membuat orang
merasa benar-benar lemah, tidak berdaya sehingga ia akan
bersungguh-sungguh memohon perlindungan kepada Allah Swt., Dzat yang
mungkin telah ia lalaikan selama ini. Kepasrahan ini pula yang
menuntunnya untuk bertobat.
5. Selalu mengingat nikmat Allah. Sakit membuat orang tahu
manfaat sehat. Tidak jarang orang merasakan nikmat justru ketika sakit.
Begitu banyak nikmat Allah yang selama ini lalai untuk ia syukuri. Bagi
orang yang banyak bersyukur dalam sakit, ia akan memperoleh nikmat.
6. Pembersihan hati dari penyakit. Pendapat Ibnu Qayyim,
“Kalau manusia itu tidak pernah mendapat cobaan dengan sakit dan pedih,
maka ia akan menjadi manusia ujub dan takabur. Hatinya menjadi kasar dan
jiwanya beku. Karenanya, musibah dalam bentuk apapun adalah rahmat
Allah yang disiramkan kepadanya. Akan membersihkan karatan jiwanya dan
menyucikan ibadahnya. Itulah obat dan penawar kehidupan yang diberikan
Allah untuk setiap orang beriman. Ketika ia menjadi bersih dan suci
karena penyakitnya, maka martabatnya diangkat dan jiwanya dimuliakan.
Pahalanya pun berlimpah-limpah apabila penyakit yang menimpa dirinya
diterimanya dengan sabar dan ridha.”
Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari hadits di atas dan bisa menjadi seorang muslim yang baik.
^_^.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar