"Tetaplah bersinar apapun yang terjadi, karena banyak sekali orang yang bahagia karena sinarmu...!!"

Rabu, 09 Mei 2012

Analisis Kondisi Dakwah Kampus Terkini



“…dan sampaikanlah ayatKu walaupun hanya 1 ayat…”.
Kalimat ini mungkin sering terdengar bagi kita kaum muslimin, namun bagi yang tergugah akan panggilan ini tentu dakwah akan menjadi salah satu prioritas dalam hidupnya. Sebagaimana Allah menuangkan perintahNya dalam kitab suci Alquran atas seruan ini. 

“Dan hendaklah diantara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imran : 104)

Dakwah atau menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran tentunya disadari oleh para aktivis dakwah baik itu medannya, halang rintangnya ataupun sarana lainnya yang kurang mendukung kegiatan mulia ini. Tujuan untuk membumikan dinul Islam kembali pun harus bertahap dan penuh kesabaran dalam menatanya. Itu semua sunatullah yang harus dihadapi dengan penuh keteguhan dan komitmenitas yang tinggi agar keberlangsungan dakwah ini terjamin. 

Berbagai lapisan masyarakat pun harus tersiram oleh dakwah, tak terkecuali lapisan kampus yang notabene adalah generasi muda sebagai agent of change. Generasi muda adalah generasi yang penuh semngat, pemikiran brilian dan tenaga yang tinggi yang akan bernilai lebih bila dikorbankan dalam perjuangan dakwah ini. Dakwah kampus targetnya adalah orang – orang yang intelektual, penuh keragaman latar belakang fikrah, penuh kevariatifan motif, dan penuh pemikiran – pemikiran budaya yang tentunya memiliki problem-problem ataupun permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalamnya.
Kondisi-kondisi terkini yang terjadi dalam dakwah kampus menurut pandangan saya sendiri adalah :
1.      Dakwah Terkesan Masih Eksklusif
Tercermin dari para aktivisnya termasuk saya sendiri yang mungkin dapat dikatakan kurang membaur dengan para mahasiswa ammah. Padahal asalkan status Aktivis dakwah kampus masih dijunjung tinggi nilai-nilainya, pluralitas yang ada dapat disikapi dengan baik oleh para aktivis dakwah dengan membaur tanpa melebur bersama mereka. Sebagaimana Allah perintahkan dalam salah satu surat di Al Qur’an bahwa kita dilarang untuk menjadikan orang non muslim sebagai sahabat sejati kita. Karena orang ahli kitab sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 105, Allah berfirman yang artinya “Orang – orang yang kafir dari ahli kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah telah memberikan rahmatNya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemberi karunia yang paling besar.”
Untuk itu memang dibutuhkan tarbiyah dzatiah yang kuat sebagai tameng ini semua. Berat memang. Teori itu mudah. Namun yang dirasakan selama ini beberapa aktifis dakwah kampus hanya akan menerapkan sunah atau menunujukkan keeksitensian diri pada sesama aktifis. Contoh ringan : Sesama aktifis akan menyampaikan kata Syukron, ‘afwan saat menghadapi aktifis dakwah yang lain. Namun kenapa pada yang ‘ammah mereka tidak mengatakannya juga? Kalaupun dengan dalih yang mengatakan bahwa menyampaikan sesuatu pada tempatnya, menurut saya ini hanyalah jawaban kamuflase belaka, karena ini belum mencerminkan alasan sesungguhnya kenapa seseorang tersebut berbahasa Arab dalam beberapa kata itu. Kalau alasannya ingin menerapkan apa yang Imam Al Syahid Hasan Al Banna wasiatkan yaitu dengan membiasakan berbahasa Arab walaupun sedikit kenapa harus pilih – pilih untuk membiasakan hal ini. Bukankah katanya ingin syiar, tapi kenapa syiar pada aktifis? Lalu sebenarnya tujuan syiar lebih kepada siapa? Aktivis atau ‘ammah?


2.      Komitmenitas ADK
Ya, permasalahan yang saya anggap cukup urgent juga. Cukup banyak permasalahan yang berkaitan dengan komitmen ini, namun saya akan lebih fokus menanggapi komitmen para Aktifis dalam mengemban amanahnya. Memang tujuan utama kita adalah menunaikan atau menjalankan Amanah Orang Tua yaitu akademik alias kuliah. Namun, jangan sampai hal itu menjadikan alasan kita untuk menunda-nunda suatu kegiatan dalam rangka syiar dakwah atau sejenisnya. Dan jangan sampai karna ingin cepat-cepat lulus kita terburu-buru untuk menyelesaikan amanah kita tanpa mempertimbangkan teman-teman atau jundi-jundi yang ada dalam sebuah wajiha tersebut dan bahkan terkesan memaksakan.

3.      Krisis Keteladanan
Seseorang yang menjadi aktifis dakwah kampus seharusnya adalah orang yang benar – benar dapat memberikan keteladan baik dari sikap, kesantunan, intelektualitas, dan spiritualitasnya. Bila aktifis dakwah kampus kurang memberikan keseimbangan dalam hal – hal terkait diatas maka dakwah akan cenderung dipandang sebelah mata oleh ‘ammah. Sekali lagi, keseimbangan ini tidak harus mengorbankan komitmennya sebagai Agen Dakwah Kampus. Melebur tanpa terwarnai.

4.      Inisiatif Untuk Aktif
Sebaik-baiknya aktifis itu adalah yang memiliki Inisiatif untuk bergerak sendiri, bukan karena ada hal-hal tertentu yang membuatnya untuk aktif, tapi karena niat tulus untuk mensyiarkan Islam. Namun, yang saya lihat selama ini, hamper semua aktifis itu harus terlebih dulu ditekan dan diperintah untuk menjalankan baru dia mau untuk bergerak.

5.      Kreativitas dan Inovatif
Sebuah kegiatan itu ada masanya masing-masing, mungkin kegiatan ini menjadi primadona di masa sekarang, namun beberapa tahun kedepan atau bahkan beberapa minggu kedepan tren atau kegiatan tersebut sudah tidak efektif lagi untuk dijadikan cara untuk berdakwah. Dan begitulah kondisi dakwah selama ini yang saya lihat masih mengikuti cara-cara lama yang saya rasa sudah tidak efektif lagi untuk dilaksanakan pada kondisi sekarang.


         Saya mengakui bahwa sepenuhnya saya belum termasuk orang – orang yang masih diharapakan seperti dalam tulisan ini. Masih begitu banyak perbaikan – perbaikan diri yang perlu dibertahapi untuk kebaikan di depan hari. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar – besarnya terutama pada Allah swt bila pengamatan saya ini hanya sepihak tanpa memperhatikan pertimbangan – pertimbangan yang lebih lanjut dari pihak – pihak yang saya kaitkan dalam tulisan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar