Seorang
musafir dengan seorang Pelayan kesayangannya mengadakan perjalanan jauh.
Dalam perjalanan itu mereka membawa barang-barang berharga untuk
dijual, seperti seekor kambing, ayam jago, serta sebuah obor.
Di
sepanjang perjalanan, mereka berdiskusi tentang sifat Tuhan.”Tuhan itu
baik, Dia selalu menyertai kemana pun kita pergi,”ujar Si Pelayan. “Aku
tidak yakin dengan apa yang kau katakana, lihat saja mungkin Tuhan
menyertai perjalanan kita, “ujar musafir, sinis.
Menjelang
sore tibalah mereka di sebuah desa. Mereka berharap dapat beristirahat
sejenak di desa itu, tetapi sayang tidak seorang pun yang bersedia
menerima mereka. Penduduk di desa itu tidak mau menerima orang asing.
Jadi mereka mengusir musafir dan Pelayannya. Mendapat perlakuan kasar
seperti itu, musafir menggerutu,”Benar, kan, kataku ? Tuhan tidak
menyertai kita. Buktinya, Dia tidak memberi kita tempat istirahat.”
Karena
tidak ada tempat untuk beristirahat maka musafir dan Pelayannya
terpaksa pergi ke tengah hutan yang letaknya tidak jauh dari desa.
Sampai di sana musafir itu memasang tenda lalu berbaring melepas rasa
lelah. Si Pelayan berusaha menghibur tuann tuannya, “Pasti menurut
Tuhan, bermalam di tengah hutan ini merupakan yang terbaik bagi kita.”
Tidak
lama kemudian terdengarlah suara binatang buas. Ternyata seekor
serigala datang menerkam kambing milik sang musafir. Karena ketakutan,
sang Musafir pun lari dan memanjat pohon untuk menyelamatkan diri. Dari
atas pohon sang Musafir berkata kepada Si Pelayan “Masih beranikah
engkau mengatkan bahwa Tuhan itu baik? Lihat saja Tuhan sudah membiarkan
kita kedinginan di hutan ini. Tidak hanya itu saja, dia sudah membuatku
rugi karena tidak dapat lagi menjual kambingku ke pasar.” Pelayan yang
bijaksana itu berusaha menenangkan majikannya,”Tuan seharusnya bersyukur
dan berterima kasih karena jika serigala itu tidak menerkam kambing,
Tuan dan akulah yang diterkamnya. Tuhan memang baik karena sudah
melindungi kita dari maut.”
Musafir masih berada di atas
pohon ketika hembusan angina kencang memadamkan obor yang merupakan
satu-satunya penghangat yang ia miliki di tengah cuaca yang begitu
dingin. Sang musafir itu masih saja mengeluh dan tidak memedulikan
kata-kata Si Pelayan. Dengan sindiran sinis ia berkata, “Kelihatannya
kebaikan Tuhan kepada kita begitu nyata di sepanjang malam ini.”
Keesokan
harinya Mereka bersiap untuk melanjutkan perjalanan. Ketika melewati
desa yang kemarin mereka singgahi, mereka terkejut melihat keadaan desa
yang porak-poranda. Setelah bertanya kepada para penduduk tahulah sang
Musafir bahwa semalam sekelompak perampok telah menjarah desa tersebut.
“Telah terbukti bahwa Tuhan itu memang baik. Jika semalam kita menginap
disana, barang-barang Tuan yang berharga akan ikut dirampok. Dan, kalau
saja angina kencang tidak memadamkan obor, perampok-perampok itu pasti
dapat melihat barang-barang dengan jelas lalu mengambilnya semua,”ujar
Pelayan. Sang musafir tertunduk malu. Ia lalu menangis karena dia
sepanjang jalan ini ia hanya mengeluh dan menggerutu kepada Tuhan.
Mengeluh
hanya akan menguras tenaga dan membuang waktu kita dengan percuma.
Menggerutu tidak akan pernah menyelesaikan persoalan, justru menambah
beban. Ketika sedang dilanda masalah, belajarlah untuk tetap bersyurkur.
Kata-kata positif memang tidak langsung mengubah keadaan, tetapi
setidaknya kita memiliki suasana hati yang lebih baik. Hati dan pikiran
yang tenang akan membuat kita kuat dalam menghadapi masalah apa pun.
Mungkin ada yang berkata,”Bila keadaan sedang kacau, saya tidak mungkin
mengucapkan kata-kata yang baik.”Bila tidak dapat berkata-kata yang
baik, ada baiknya Anda juga memutuskan untuk tidak berkata-kata sama
sekali. Diamlah. Bukankah sering kali diam justru menyelesaikan
segalanya? Belajarlah berdiam diri sejenak dan setelah itu lihat apa
yang akan terjadi.
“Dan janganlah kamu iri hati terhadap
karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian
yang lain. (Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka
usahakan, dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari apa yang mereka
usahakan. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-NYA. Sungguh Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS: An-Nisa:32)
“Sungguh,
Allah tidak akan menzalimi seseorang walaupun sebesar Zarrah, dan jika
ada kebajikan (sekecil zarrah), niscaya Allah akan melipatgandakannya
dan memberikan pahala yang besar dari sisi-NYA.” (QS: An-Nisa:40).
“Allah
tidak menghendaki untuk memberikan kamu sesuatu beban yang berat,
tetapi ia berkehendak untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan
nikmat-Nya kepadamu supaya kamu berterimakasih.” (QS:Al-Maidah: 6)
“Apakah
manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan,
“Kami telah beriman”, dan mereka tidak diuji?”(QS: Al-Ankabut:2)
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS: Al- Insyirah: 5-6).
Allah
SWT berfirman dalam hadis qudsiy, ana `inda dzonni `abdi = AKU
TERGANTUNG BAGAIMANA HAMBA KU BERPRASANGKA KEPADAKU. Semua harapan,
semua prasangka, semua hajat makhluknya bisa dilayani oleh kehendakNya.
"Tetaplah bersinar apapun yang terjadi, karena banyak sekali orang yang bahagia karena sinarmu...!!"
Rabu, 09 Mei 2012
Terimalah Aku Apa Adanya
Wahai Calon Jodohku ...
Bila kamu jatuh cinta
Dan Allah menautkan hatimu untukku
Ku sambut hatimu dengan terbuka
inilah aku seorang yang biasa tidak begitu istimewa
Maka….
Jika kamu ridha padaku
Terimalah aku apa adanya
Wahai Calon Jodohku ...
Bila suatu saat
Engkau menemukan aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku
Semoga…..
Tidak membuatmu berubah padaku
Mengurangi perhatianmu
Mengurangi cinta dan sayangmu
Bila kamu ridha padaku
Maka….
Terimalah aku apa adanya
Wahai Calon Jodohku ...
Bila Allah telah memilihku untukmu
Dan memilihmu untukku
Semoga….
Kita bisa memadukan hati dan perasaan kita
Semata-mata karena-Nya
Saling mengingatkan
Saling mengayomi
Saling menguatkan
Demi terwujudnya mahligai cinta yang sakinah,mawadah,warahmah
Dan jika kau temukan ketidakmampuanku
Atas keilmuan yang sedikit
Maka….
Terimalah aku apa adanya
Mari kita sama-sama belajar tentangnya
Wahai Calon Jodohku ...
Bila Engkau telah ridha padaku
Smoga Allah pun ridha padamu
Oleh karena-Nya
Smoga kita tidak lantas lalai tuk slalu bersyukur
Wahai Calon Jodohku ...
Inilah aku..!
Inilah kekuranganku...!
Inilah kelebihanku..!
Inilah aku yang tak sempurna
Maka….
Terimalah aku apa adanya
^_^.
Bila kamu jatuh cinta
Dan Allah menautkan hatimu untukku
Ku sambut hatimu dengan terbuka
inilah aku seorang yang biasa tidak begitu istimewa
Maka….
Jika kamu ridha padaku
Terimalah aku apa adanya
Wahai Calon Jodohku ...
Bila suatu saat
Engkau menemukan aku dengan segala kelebihan dan kekuranganku
Semoga…..
Tidak membuatmu berubah padaku
Mengurangi perhatianmu
Mengurangi cinta dan sayangmu
Bila kamu ridha padaku
Maka….
Terimalah aku apa adanya
Wahai Calon Jodohku ...
Bila Allah telah memilihku untukmu
Dan memilihmu untukku
Semoga….
Kita bisa memadukan hati dan perasaan kita
Semata-mata karena-Nya
Saling mengingatkan
Saling mengayomi
Saling menguatkan
Demi terwujudnya mahligai cinta yang sakinah,mawadah,warahmah
Dan jika kau temukan ketidakmampuanku
Atas keilmuan yang sedikit
Maka….
Terimalah aku apa adanya
Mari kita sama-sama belajar tentangnya
Wahai Calon Jodohku ...
Bila Engkau telah ridha padaku
Smoga Allah pun ridha padamu
Oleh karena-Nya
Smoga kita tidak lantas lalai tuk slalu bersyukur
Wahai Calon Jodohku ...
Inilah aku..!
Inilah kekuranganku...!
Inilah kelebihanku..!
Inilah aku yang tak sempurna
Maka….
Terimalah aku apa adanya
^_^.
Lelaki Sejati
Siapakah LELAKI SEJATI?
LELAKI SEJATI bukan dilihat dari keberhasilan yang ia capai,
tetapi dari besarnya pengorbanan dan proses sampai tercapainya Tujuan
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat kecerdasan isi otaknya,
tetapi dari banyaknya berbagi ilmu yang ia punya..
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya....
LELAKI SEJATI bukan dilihat dari besarnya musuh yang dilawan,
tetapi dari ia menjadikan Setan dan para pengikutnya adalah musuh yang nyata..
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari kebalnya tusukan,
tetapi dari menyikapi setiap persoalan tanpa harus tusukan itu datang..
LELAKI SEJATIi bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitar,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada pada setiap makhluk Tuhan…
LELAKI SEJATIi bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati oleh kawan, tetapi bagaimana dia juga dihormati oleh lawan…
LELAKI SEJATI bukan pintarnya meramu sebuah janji suci,
Melainkan Bukti yang pasti..
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja,
tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik itu...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja,
tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari indahnya membaca Al-Qur'an, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
.....LELAKI SEJATI adalah yang benar-benar LELAKI.....
^_^.
LELAKI SEJATI bukan dilihat dari keberhasilan yang ia capai,
tetapi dari besarnya pengorbanan dan proses sampai tercapainya Tujuan
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat kecerdasan isi otaknya,
tetapi dari banyaknya berbagi ilmu yang ia punya..
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya....
LELAKI SEJATI bukan dilihat dari besarnya musuh yang dilawan,
tetapi dari ia menjadikan Setan dan para pengikutnya adalah musuh yang nyata..
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari kebalnya tusukan,
tetapi dari menyikapi setiap persoalan tanpa harus tusukan itu datang..
LELAKI SEJATIi bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitar,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada pada setiap makhluk Tuhan…
LELAKI SEJATIi bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati oleh kawan, tetapi bagaimana dia juga dihormati oleh lawan…
LELAKI SEJATI bukan pintarnya meramu sebuah janji suci,
Melainkan Bukti yang pasti..
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran.....
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa ...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari bagaimana dia di hormati ditempat bekerja,
tetapi bagaimana dia dihormati di dalam rumah...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
tetapi dari hati yang ada dibalik itu...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yang memuja,
tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan,
tetapi dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan...
LELAKI SEJATI bukanlah dilihat dari indahnya membaca Al-Qur'an, tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca…
.....LELAKI SEJATI adalah yang benar-benar LELAKI.....
^_^.
Aku Terlalu Cemburu
Aku cemburu padamu yang selalu khusyuk dalam setiap sujud panjangmu..
Aku cemburu padamu yang selalu meluangkan waktu untuk menghisab dirimu..
Aku cemburu padamu yang tak letih menghayati setiap bacaan Al-Qur-an mu..
Aku cemburu padamu yang setiap malam membasahi sajadahmu..
Aku cemburu padamu yang tak kenal lelah dalam berjuang..
Aku cemburu padamu yang selalu sungguh-sungguh dalam setiap amanahmu..
Aku cemburu padamu yang selalu dapat menjaga lisanmu..
Aku cemburu padamu yang selalu dapat menjaga matamu..
Aku cemburu padamu yang selalu dapat menjaga hatimu..
Aku cemburu padamu yang selalu bersahaja dalam keseharianmu..
Aku cemburu padamu yang selalu tersenyum disaat susah dan senangmu..
Aku cemburu padamu yang tak pernah berubah saat kau dipuji ataupun dicaci..
Aku cemburu padamu yang hafal Al'quran dan bersikap seperti diajarkan dalam Al-Qur'an.
Aku cemburu padamu yang cinta akhirat namun tak melupakan duniamu..
Aku cemburu padamu yang mencintai orang tuamu melebihi dirimu sendiri..
Aku cemburu padamu yang selalu bermanfaat bagi orang lain..
Aku cemburu….
Terlalu cemburu...
Benar-benar cemburu...
^_^.
Aku cemburu padamu yang selalu meluangkan waktu untuk menghisab dirimu..
Aku cemburu padamu yang tak letih menghayati setiap bacaan Al-Qur-an mu..
Aku cemburu padamu yang setiap malam membasahi sajadahmu..
Aku cemburu padamu yang tak kenal lelah dalam berjuang..
Aku cemburu padamu yang selalu sungguh-sungguh dalam setiap amanahmu..
Aku cemburu padamu yang selalu dapat menjaga lisanmu..
Aku cemburu padamu yang selalu dapat menjaga matamu..
Aku cemburu padamu yang selalu dapat menjaga hatimu..
Aku cemburu padamu yang selalu bersahaja dalam keseharianmu..
Aku cemburu padamu yang selalu tersenyum disaat susah dan senangmu..
Aku cemburu padamu yang tak pernah berubah saat kau dipuji ataupun dicaci..
Aku cemburu padamu yang hafal Al'quran dan bersikap seperti diajarkan dalam Al-Qur'an.
Aku cemburu padamu yang cinta akhirat namun tak melupakan duniamu..
Aku cemburu padamu yang mencintai orang tuamu melebihi dirimu sendiri..
Aku cemburu padamu yang selalu bermanfaat bagi orang lain..
Aku cemburu….
Terlalu cemburu...
Benar-benar cemburu...
^_^.
Jodoh
Dia
wajah yang belum Ada sketsa
Dia
suara yang belum terdengar
Dia
tubuh yang belum terlihat
Dia
yang belum dikenal sebelumnya
Dia
orang yang rahasia
Ya Allah
luruskanlah niatnya
teguhkanlah pendiriannya
kuatkanlah imannya
jagalah hatinya
mudahkanlah langkahnya untuk bertemu denganku
Ya Allah
aku ingin sekali bertemu dengannya
aku sungguh sangat merindukanya
^_^.
wajah yang belum Ada sketsa
Dia
suara yang belum terdengar
Dia
tubuh yang belum terlihat
Dia
yang belum dikenal sebelumnya
Dia
orang yang rahasia
Ya Allah
luruskanlah niatnya
teguhkanlah pendiriannya
kuatkanlah imannya
jagalah hatinya
mudahkanlah langkahnya untuk bertemu denganku
Ya Allah
aku ingin sekali bertemu dengannya
aku sungguh sangat merindukanya
^_^.
Wanita-wanita Luar Biasa
Bismillahirrohmanirrohim...
Namanya Ummu Haritsah. Ia mendengar anaknya meninggal dalam perang Badar terkena panah liar. Sebagai seorang ibu, tentu masih ada rasa kehilangan dalam dirinya. Namun ini adalah sosok ibu yang berbeda. Ibu dan wanita yang luar biasa.Ummu Haritsah tak puas dengan hanya berita itu. Ia pun datang menghadap Rasulullah. Bukan untuk memastikan anaknya benar-benar telah mati. Tetapi untuk mendapatkan jawaban, apakah kematian anaknya itu tergolong syahid hingga membawanya ke surga, atau justru kematian yang mengantarkan ke neraka."Wahai Rasulullah," tanya Ummu Haritsah begitu berhasil menghadap Nabi, "di manakah posisi Haritsah? Jika di surga, maka saya ridha atas kematiannya. Namun jika di neraka saya akan meratapinya agar siksanya diringankan.""Wahai Ummu Haritsah," jawab sang Nabi penuh wibawa, "Sesungguhnya Haritsah anakmu berada di surga Firdaus."Subhaanallah. Bukan hanya surga, tetapi surga Firdaus, surga tertinggi, surga terindah. Mendengar itu tenanglah Ummu Haritsah. Kini ia pulang ke rumah dengan senyum merekah dan kebahagiaan yang membuncah.*** Wanita lainnya bernama Khansa. Khansa binti Amru. Meski wanita, ia ikut dalam barisan jihad melawan pasukan Persia dalam perang Qadisiah. Bersamanya, empat putranya juga turut serta dalam perang yang terkenal itu.Khansa membakar semangat putra-putranya. Ia memeperingatkan mereka agar tak gentar, apapun yang terjadi."Kalian telah beragama Islam dengan tulus," katanya dengan nada orasi, "kalian mengikuti kaum Muslimin tanpa ada yang memaksa. Kalian berasal dari satu ibu dan satu ayah. Demi Allah, ayah kalian bukanlah orang yang lemah. Paman-paman kalian juga bukan orang yang lemah."Semangat bertempur empat putra perindu surga demikian menggebu. Tanpa rasa takut mereka menyerbu. Pasukan Persia menyambut dengan perlawanan seru. Pedang beradu. Denting suara senjata memenuhi telinga. Lalu satu per satu empat putra Khansa gugur hingga tak tersisa. Bukannya sedih atau meratap, dari lisan Khansa terdengar syukur terucap. "Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka. Semoga kelak Allah mengumpulkan aku dengan mereka di surga." *** Wanita-wanita luar biasa. Merekalah yang mampu mendidik putra-putrinya untuk berjihad membela agama. Merekalah yang menanamkan semangat berislam dan memperjuangkannya ke dalam jiwa buah hatinya.Wanita-wanita luar biasa. Merekalah madrasah pertama yang mampu mengukir iman dalam hati anak-anaknya yang masih belia. Mencurahkan kasih sayang dan menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga ikhlas melepas kepergian anak-anak tercinta ke medan juang, lahan jihad dan lapangan kehidupan. Masihkah ada wanita-wanita luar biasa seperti Ummu Haritsah dan Khansa? Jawabnya, ada. Setiap zaman masih memungkinkan untuk melahirkan wanita-wanita seperti mereka. Asal kita tahu caranya dan mau mengadopsinya. Dan cara itu telah gamblang dibentangkan Allah dalam Al-Quran dan Rasulullah dalam sunnahnya. Manhaj Qur'ani dan manhaj Nabawi adalah jawabannya. Tarbiyah adalah kuncinya. Insya Allah.
Namanya Ummu Haritsah. Ia mendengar anaknya meninggal dalam perang Badar terkena panah liar. Sebagai seorang ibu, tentu masih ada rasa kehilangan dalam dirinya. Namun ini adalah sosok ibu yang berbeda. Ibu dan wanita yang luar biasa.Ummu Haritsah tak puas dengan hanya berita itu. Ia pun datang menghadap Rasulullah. Bukan untuk memastikan anaknya benar-benar telah mati. Tetapi untuk mendapatkan jawaban, apakah kematian anaknya itu tergolong syahid hingga membawanya ke surga, atau justru kematian yang mengantarkan ke neraka."Wahai Rasulullah," tanya Ummu Haritsah begitu berhasil menghadap Nabi, "di manakah posisi Haritsah? Jika di surga, maka saya ridha atas kematiannya. Namun jika di neraka saya akan meratapinya agar siksanya diringankan.""Wahai Ummu Haritsah," jawab sang Nabi penuh wibawa, "Sesungguhnya Haritsah anakmu berada di surga Firdaus."Subhaanallah. Bukan hanya surga, tetapi surga Firdaus, surga tertinggi, surga terindah. Mendengar itu tenanglah Ummu Haritsah. Kini ia pulang ke rumah dengan senyum merekah dan kebahagiaan yang membuncah.*** Wanita lainnya bernama Khansa. Khansa binti Amru. Meski wanita, ia ikut dalam barisan jihad melawan pasukan Persia dalam perang Qadisiah. Bersamanya, empat putranya juga turut serta dalam perang yang terkenal itu.Khansa membakar semangat putra-putranya. Ia memeperingatkan mereka agar tak gentar, apapun yang terjadi."Kalian telah beragama Islam dengan tulus," katanya dengan nada orasi, "kalian mengikuti kaum Muslimin tanpa ada yang memaksa. Kalian berasal dari satu ibu dan satu ayah. Demi Allah, ayah kalian bukanlah orang yang lemah. Paman-paman kalian juga bukan orang yang lemah."Semangat bertempur empat putra perindu surga demikian menggebu. Tanpa rasa takut mereka menyerbu. Pasukan Persia menyambut dengan perlawanan seru. Pedang beradu. Denting suara senjata memenuhi telinga. Lalu satu per satu empat putra Khansa gugur hingga tak tersisa. Bukannya sedih atau meratap, dari lisan Khansa terdengar syukur terucap. "Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka. Semoga kelak Allah mengumpulkan aku dengan mereka di surga." *** Wanita-wanita luar biasa. Merekalah yang mampu mendidik putra-putrinya untuk berjihad membela agama. Merekalah yang menanamkan semangat berislam dan memperjuangkannya ke dalam jiwa buah hatinya.Wanita-wanita luar biasa. Merekalah madrasah pertama yang mampu mengukir iman dalam hati anak-anaknya yang masih belia. Mencurahkan kasih sayang dan menumbuhkan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka juga ikhlas melepas kepergian anak-anak tercinta ke medan juang, lahan jihad dan lapangan kehidupan. Masihkah ada wanita-wanita luar biasa seperti Ummu Haritsah dan Khansa? Jawabnya, ada. Setiap zaman masih memungkinkan untuk melahirkan wanita-wanita seperti mereka. Asal kita tahu caranya dan mau mengadopsinya. Dan cara itu telah gamblang dibentangkan Allah dalam Al-Quran dan Rasulullah dalam sunnahnya. Manhaj Qur'ani dan manhaj Nabawi adalah jawabannya. Tarbiyah adalah kuncinya. Insya Allah.
Selasa, 08 Mei 2012
Jika Allah Telah Mencintai Kita
Bismillahirrohmanirrohim...
Sahabat, mari kita bayangkan, betapa amat sangatnya Allah akan mencintai kita ketika kita mampu menjadi orang-orang tegar yang menjalani hidup, mampu mengeluarkan sisi-sisi terbaiknya walau di saat sempit, mampu tetap terbang meninggi melebihi langit di angkasa meski raga masih tertahan di bumi, mampu untuk tetap berdiri setegar karang meskipun ia seringkali dihempas ombak. Bayangkan kawan, bayangkan, betapa Allah amat sangat sangat mencintai diri kita yang seperti itu, yang mempersembahkan seluruh kekuatan ini hanya untuk-Nya dan menghabiskan seluruh perjalanan hidupnya hanya untuk ketakwaan pada-Nya."(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong.
Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)." (QS. Al-An’am ayat 41)
Dan bukankah seluruh shalat kita, hidup kita, ibadah kita, dan mati kita hanya untuk-Nya?
"Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)'." (QS. Al-An’am ayat 162-163)
Jika Allah SWT sudah mencintai kita sepenuhnya, lantas apa sih yang akan kita cari lagi?Dunia... digenggamKelapangan... diraihKeridhoan... dicapaiKesembuhan dari penyakit... dikabulkanBanyak teman dan dicintai banyak orang... tidak salah lagi
“Milik-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang yang rugi.” (QS. Az-Zumar ayat 63)
Maka percayalah sahabat, tiada yang lebih mulia daripada membuat Allah mencintai kita dengan mendatangkan ridho-Nya terus-menerus dalam perilaku diri kita.Dan mari kita terus-menerus bayangkan. Ketika Allah sudah mencintai kita sedalam-dalamnya yang tiada bisa kita bayangkan, pastinya Allah akan memberi kita surga-Nya, bahkan mungkin surga Firdaus yang tiada bandingannya. Tempat di mana tak ada keletihan di sana, senda gurau yang tiada berguna, percakapan yang sia-sia, dan berbagai macam perhiasan dunia yang telah Allah berikan kepada kita saat ini.Dan mari kita melangkah lebih jauh lagi, ketika di sana (surga) Allah menyingkap wajah-Nya yang menampakkan begitu besar keagungan-Nya dan keindahan-Nya (yang tidak mampu digambarkan bagaimana indahnya dan memang takkan pernah mampu), kita akan menjadi makhluk-Nya yang amat sangat beruntung. Betapa tidak??? Ya, karena semua yang ada di dunia ini pada hakikatnya tidak akan bisa mengalahkan keagungan zat-Nya.
“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar ayat 67)
Dan mari kita bayangkan sekali lagi, sekali lagi, dan berkali lipat lagi, bahwa kekayaan dan kesenangan di surga (surga dengan tingkatan yang paling rendah sekalipun) takkan sanggup tersaingi dan disaingi oleh dunia yang amat pendek waktu hidupnya, yang kecil jangkauannya, dan yang sangat kerdil kenikmatannya ini.makananminumanpasangan hidup dan orang tuaharta, warisan,dan jabatanrelasi, teman, sahabatkesehatandan segala macam kemakmuran hidup lainnyaMari kita lihat, sahabat, amatlah tidak bisa disandingkan kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia tersebut dengan kenikmatan yang ada di surga nanti. Anugerah yang akan dipersembahkan hanya untuk kita yang bertakwa di jalan-Nya.
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata,'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaf ayat 13-14)
dan juga untuk orang yang berusaha keras meraihnya
"Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa,'Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?' Mereka menjawab,'Kebaikan'. Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga-surga 'Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), 'Salaamun'alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan'." (QS. An-Nahl ayat 30-32)
"Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa ayat 95-96)
Maka jika Allah sudah mencintai kita sepenuhnya, apalagi yang kan kita cari? Lagi-lagi, kita tidak perlu bersusah payah menjemput dunia, tetapi dunialah yang akan menghampiri kita. Ya, karena amatlah mudah bagi Allah untuk membuat dunia tunduk kepada kita karena dunia selalu dalam genggaman-Nya dan senantiasa dalam kuasa-Nya. Allah-lah yang Mahakuasa menciptakan dan menyebabkan segala sesuatunya terjadi.
Oleh karena itu, betapa dahsyatnya kecintaan Allah kepada kita tatkala kita mempersembahkan diri kita untuk dakwah ini di sepanjang jalan ini, berupaya dengan keras agar seluruh hamba-Nya bertakwa kepada-Nya, menjadi perantara atas masuknya hidayah Allah kepada berjuta-juta orang yang ada di dunia ini, dan menginfakkan seluruh rezeki kita di jalan-Nya, Allahuakbar!
Ya, karena manusia yang paling mulia di hadapan-Nya adalah orang yang bertakwa. Lantas, bagaimanakah orang yang bertakwa itu? Yaitu orang yang tidak hanya berjuang untuk men-takwakan dirinya (membuat dirinya bertakwa), tetapi juga membuat diri semua orang bertakwa kepada-Nya, mencintai-Nya, dan orang-orang yang tidak hanya berhenti memikirkan bagaimana ia dicintai Allah, tetapi juga ia senantiasa berpikir agar bagaimana Allah bisa meridhoi seluruh hamba-Nya yang ada di alam raya ini (membuat semuanya berislam secara keseluruhan dan akhirnya mencintai Allah sepenuhnya). Ya, memang ini amatlah berat, tetapi pasti bisa dan pasti, karena kita akan tetap dan terus bergerak, berjalan, dan berlari tiada henti hanya dengan naungan pertolongan-Nya dan kekuatan dari-Nya.
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. Ali Imran ayat 160)“…Padahal kekuatan itu hanyalah dari bagi Allah, Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.” (QS. Al-Munafiqun ayat 8)
Dia-lah yang berkuasa untuk kita semua.
Jika sudah ada Allah, mengapa harus mencari yang lainnya???
^_^.
Sahabat, mari kita bayangkan, betapa amat sangatnya Allah akan mencintai kita ketika kita mampu menjadi orang-orang tegar yang menjalani hidup, mampu mengeluarkan sisi-sisi terbaiknya walau di saat sempit, mampu tetap terbang meninggi melebihi langit di angkasa meski raga masih tertahan di bumi, mampu untuk tetap berdiri setegar karang meskipun ia seringkali dihempas ombak. Bayangkan kawan, bayangkan, betapa Allah amat sangat sangat mencintai diri kita yang seperti itu, yang mempersembahkan seluruh kekuatan ini hanya untuk-Nya dan menghabiskan seluruh perjalanan hidupnya hanya untuk ketakwaan pada-Nya."(Tidak), hanya kepada-Nya kamu minta tolong.
Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kamu mohonkan kepada-Nya, dan kamu tinggalkan apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)." (QS. Al-An’am ayat 41)
Dan bukankah seluruh shalat kita, hidup kita, ibadah kita, dan mati kita hanya untuk-Nya?
"Katakanlah (Muhammad), 'Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)'." (QS. Al-An’am ayat 162-163)
Jika Allah SWT sudah mencintai kita sepenuhnya, lantas apa sih yang akan kita cari lagi?Dunia... digenggamKelapangan... diraihKeridhoan... dicapaiKesembuhan dari penyakit... dikabulkanBanyak teman dan dicintai banyak orang... tidak salah lagi
“Milik-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi. Dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah, mereka itulah orang yang rugi.” (QS. Az-Zumar ayat 63)
Maka percayalah sahabat, tiada yang lebih mulia daripada membuat Allah mencintai kita dengan mendatangkan ridho-Nya terus-menerus dalam perilaku diri kita.Dan mari kita terus-menerus bayangkan. Ketika Allah sudah mencintai kita sedalam-dalamnya yang tiada bisa kita bayangkan, pastinya Allah akan memberi kita surga-Nya, bahkan mungkin surga Firdaus yang tiada bandingannya. Tempat di mana tak ada keletihan di sana, senda gurau yang tiada berguna, percakapan yang sia-sia, dan berbagai macam perhiasan dunia yang telah Allah berikan kepada kita saat ini.Dan mari kita melangkah lebih jauh lagi, ketika di sana (surga) Allah menyingkap wajah-Nya yang menampakkan begitu besar keagungan-Nya dan keindahan-Nya (yang tidak mampu digambarkan bagaimana indahnya dan memang takkan pernah mampu), kita akan menjadi makhluk-Nya yang amat sangat beruntung. Betapa tidak??? Ya, karena semua yang ada di dunia ini pada hakikatnya tidak akan bisa mengalahkan keagungan zat-Nya.
“Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. Az-Zumar ayat 67)
Dan mari kita bayangkan sekali lagi, sekali lagi, dan berkali lipat lagi, bahwa kekayaan dan kesenangan di surga (surga dengan tingkatan yang paling rendah sekalipun) takkan sanggup tersaingi dan disaingi oleh dunia yang amat pendek waktu hidupnya, yang kecil jangkauannya, dan yang sangat kerdil kenikmatannya ini.makananminumanpasangan hidup dan orang tuaharta, warisan,dan jabatanrelasi, teman, sahabatkesehatandan segala macam kemakmuran hidup lainnyaMari kita lihat, sahabat, amatlah tidak bisa disandingkan kenikmatan-kenikmatan yang ada di dunia tersebut dengan kenikmatan yang ada di surga nanti. Anugerah yang akan dipersembahkan hanya untuk kita yang bertakwa di jalan-Nya.
"Sesungguhnya orang-orang yang berkata,'Tuhan kami adalah Allah,' kemudian mereka tetap istiqamah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih hati. Mereka itulah para penghuni surga, kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Al-Ahqaf ayat 13-14)
dan juga untuk orang yang berusaha keras meraihnya
"Dan kemudian dikatakan kepada orang yang bertakwa,'Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?' Mereka menjawab,'Kebaikan'. Bagi orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (balasan) yang baik. Dan sesungguhnya negeri akhirat pasti lebih baik. Dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa, (yaitu) surga-surga 'Adn yang mereka masuki, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam (surga) itu mereka mendapat segala apa yang diinginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang yang ketika diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik, mereka (para malaikat) mengatakan (kepada mereka), 'Salaamun'alaikum, masuklah ke dalam surga karena apa yang telah kamu kerjakan'." (QS. An-Nahl ayat 30-32)
"Tidaklah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar, (yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, serta ampunan dan rahmat. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. An-Nisa ayat 95-96)
Maka jika Allah sudah mencintai kita sepenuhnya, apalagi yang kan kita cari? Lagi-lagi, kita tidak perlu bersusah payah menjemput dunia, tetapi dunialah yang akan menghampiri kita. Ya, karena amatlah mudah bagi Allah untuk membuat dunia tunduk kepada kita karena dunia selalu dalam genggaman-Nya dan senantiasa dalam kuasa-Nya. Allah-lah yang Mahakuasa menciptakan dan menyebabkan segala sesuatunya terjadi.
Oleh karena itu, betapa dahsyatnya kecintaan Allah kepada kita tatkala kita mempersembahkan diri kita untuk dakwah ini di sepanjang jalan ini, berupaya dengan keras agar seluruh hamba-Nya bertakwa kepada-Nya, menjadi perantara atas masuknya hidayah Allah kepada berjuta-juta orang yang ada di dunia ini, dan menginfakkan seluruh rezeki kita di jalan-Nya, Allahuakbar!
Ya, karena manusia yang paling mulia di hadapan-Nya adalah orang yang bertakwa. Lantas, bagaimanakah orang yang bertakwa itu? Yaitu orang yang tidak hanya berjuang untuk men-takwakan dirinya (membuat dirinya bertakwa), tetapi juga membuat diri semua orang bertakwa kepada-Nya, mencintai-Nya, dan orang-orang yang tidak hanya berhenti memikirkan bagaimana ia dicintai Allah, tetapi juga ia senantiasa berpikir agar bagaimana Allah bisa meridhoi seluruh hamba-Nya yang ada di alam raya ini (membuat semuanya berislam secara keseluruhan dan akhirnya mencintai Allah sepenuhnya). Ya, memang ini amatlah berat, tetapi pasti bisa dan pasti, karena kita akan tetap dan terus bergerak, berjalan, dan berlari tiada henti hanya dengan naungan pertolongan-Nya dan kekuatan dari-Nya.
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? Karena itu, hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (QS. Ali Imran ayat 160)“…Padahal kekuatan itu hanyalah dari bagi Allah, Rasul-Nya, dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tidak mengetahui.” (QS. Al-Munafiqun ayat 8)
Dia-lah yang berkuasa untuk kita semua.
Jika sudah ada Allah, mengapa harus mencari yang lainnya???
^_^.
Langganan:
Postingan (Atom)