Seorang gadis kecil bertanya pada ayahnya, “Abi ceritakan padaku tentang akhwat sejati?”
Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum.
Anakku…
Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya,
tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat
sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang mempesona, tetapi dilihat
dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari, keikhlasan ia memberikan kebaikan itu.
Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.
Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.
Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.
“Lantas apa lagi Abi?” sahut putrinya.
Ketahuilah putriku… Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya
dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani
mempertahankan kehormatannya.
Akhwat sejati bukan dilihat dari
kekhawatirannya digoda orang di jalan, tetapi dilihat dari kekhawatiran
dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda.
Akhwat sejati
bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani,
tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh
rasa syukur.
Dan ingatlah… Akhwat sejati bukan dilihat dari
sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa
menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.Setelah itu sang anak kembali
bertanya,
“Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?”
Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,
“Pelajarilah mereka!”
Sang anakpun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan “Istri Rasulullah”.
"Tetaplah bersinar apapun yang terjadi, karena banyak sekali orang yang bahagia karena sinarmu...!!"
Minggu, 29 Juli 2012
Rabu, 18 Juli 2012
Segores Do'aku
Tetapkanlah Islam sebagai agamamu.
Tetapkanlah Allah sebagai Tuhanmu, dan tiada yg lain selain Dia.
Tetapkanlah Muhammad sebagai Nabi dan Rasulullah.
Tetapkanlah Al Qur`an sebagai kitab dan penuntunmu.
Ucap dua kalimah syahadat disetiap desah nafasmu.
Sembahyanglah lima waktu dalam hari harimu.
Berpuasalah sebulan dalam bulan Ramadhan.
Tunaikanlah haji ke Baitullah, Rumah Allah jikalau kau mampu.
Tunaikanlah zakat selagi kau mampu.
Jangan lupakan Infaq Shodaqoh dan menyantuni mereka yg tidak mampu.
Beriman selalu hanya kepada ALLAH SWT
Berimanlah bahwa Allah telah menciptakan Malaikat-malaikat
Berimanlah bahwa Allah telah menciptakan Kitab-kitab Al Qur`an dan kitab kitab sebelumnya
Berimanlah kepada nabi dan Rasul rasul
Yakinlah dan Berimanlah akan adanya Hari Kiamat
Yakinlah dan Berimanlah kepada Qada dan Qadar.
Hidupmu kelak akan lebih keras dan berat.
Lebih keras dan berat dari kehidupanmu sebelumnya.
Maka bekalkanlah dan perkuat keimanan dan ketaqwaan.
Agar kau selamat sampai ditujuan hidupmu kelak.
Ingatlah beberapa hal
Bahwa yang singkat itu WAKTU,
Yang dekat itu MATI,
Yang besar itu NAFSU,
Yang berat itu AMANAH,
Yang sulit itu IKHLAS,
Yang mudah itu BERBUAT DOSA,
Yang abadi itu AMAL KEBAJIKAN,
Yang akan di investigasi itu AMAL PERBUATAN,
Yang jauh itu MASA LALU.
Persiapkanlah dirimu untuk semua hal itu.
hiduplah demi akhiratmu
karena itu yang akan abadi kekal selamanya
janganlah kau hidup demi duniamu
karena itu hanya semu dan bakal termakan waktu,
Do'aku selalu menyertaimu.
Semoga Allah selalu membimbingmu.
Semoga Allah selalu meridhoimu.
Semoga Allah selalu mendampingimu.
Dalam setiap langkahmu, doamu dan dalam semua kehidupanmu.
Barokallah..
19 Tahun di Tanggal 19
Selasa, 26 Juni 2012
Kematian Hati
Banyak
orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat
merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar
dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan
Tuhannya.
Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana,lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang.
Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia?
Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.
Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”, ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana,lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang.
Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?
Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya? Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia?
Ya ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.
Jumat, 01 Juni 2012
Cinta Ikhwan Sesungguhnya
Ukhtina….bila aku seorang
ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun
tanpa malu mendekatimu,apa kau tidak merasa takut terjerat padaku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu dengan genit menggodamu, apa kau tidak merasa risih pada kegenitanku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa segan merayumu, apakah kau terbuai oleh bujuk rayuku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tak bisa menjaga izzah ketika berdekatan denganmu, apakah kau tidak bisa menolakku dengan perisai malumu..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa merasa berdosa berani menyentuhmu, apakah kau tidak takut Allah Azza Wa Jalla murka padamu, masihkah kau percaya pada ucapanku..?
tak curigakah kau padaku..?
Tak inginkah kau menjauhiku..??? atau karena kau telah terjebak ke dalam jurang cinta nafsu, sehingga kau tak mampu menolakku meski kau tau semua ucapanku "Mencintaimu Karena Allah" adalah palsu.
Ketahuilah ukhtina…
Bila aku seorang ikhwan sejati Yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.. Aku tidak akan berani menyentuhmu, bahkan hatimu sekalipun… Karena aku malu pada Allah Azza Wa Jalla jika bayanganku mengacaukan kekhusuk’an ibadahmu…
Bila aku seorang ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku tidak akan pernah berani merayumu, menggodamu, bahkan dengan bebas tanpa batas berinteraksi denganmu.. Karena kau belumlah halal bagiku. Aku malu jika harus membuatmu lebih banyak mengingatku dari pada mengingat-Nya. Aku malu jika harus menjadi seseorang yang membuat-Nya cemburu padamu karena kau rela melanggar larangan-larangan-Nya karena cintamu padaku.
Bila aku seorang Ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.aku tidak akan khawatir tidak dapat memilikimu karena tak mengungkapkan cintaku padamu sekarang meski saat ini aku begitu mengagumimu dan menginginkanmu menjadi bidadariku. Karena aku yakin jika engkau memang di takdirkan untukku, engkau pasti akan menjadi milikku meski aku tak mengikatmu.. Bukankah jika Allah Azza Wa Jalla tidak mentakdirkan kita bersama di ikatpun pasti akan terlepas juga akhirnya..???
Jadi untuk apa aku risau..???
Ukhtina…Sadarlah… bila aku seorang Ikhwan yang benar-benar mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku hanya akan berani merayumu, menggodamu, dan menyentuhmu setelah engkau telah halal bagiku.
^_^.
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu dengan genit menggodamu, apa kau tidak merasa risih pada kegenitanku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa segan merayumu, apakah kau terbuai oleh bujuk rayuku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tak bisa menjaga izzah ketika berdekatan denganmu, apakah kau tidak bisa menolakku dengan perisai malumu..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa merasa berdosa berani menyentuhmu, apakah kau tidak takut Allah Azza Wa Jalla murka padamu, masihkah kau percaya pada ucapanku..?
tak curigakah kau padaku..?
Tak inginkah kau menjauhiku..??? atau karena kau telah terjebak ke dalam jurang cinta nafsu, sehingga kau tak mampu menolakku meski kau tau semua ucapanku "Mencintaimu Karena Allah" adalah palsu.
Ketahuilah ukhtina…
Bila aku seorang ikhwan sejati Yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.. Aku tidak akan berani menyentuhmu, bahkan hatimu sekalipun… Karena aku malu pada Allah Azza Wa Jalla jika bayanganku mengacaukan kekhusuk’an ibadahmu…
Bila aku seorang ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku tidak akan pernah berani merayumu, menggodamu, bahkan dengan bebas tanpa batas berinteraksi denganmu.. Karena kau belumlah halal bagiku. Aku malu jika harus membuatmu lebih banyak mengingatku dari pada mengingat-Nya. Aku malu jika harus menjadi seseorang yang membuat-Nya cemburu padamu karena kau rela melanggar larangan-larangan-Nya karena cintamu padaku.
Bila aku seorang Ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.aku tidak akan khawatir tidak dapat memilikimu karena tak mengungkapkan cintaku padamu sekarang meski saat ini aku begitu mengagumimu dan menginginkanmu menjadi bidadariku. Karena aku yakin jika engkau memang di takdirkan untukku, engkau pasti akan menjadi milikku meski aku tak mengikatmu.. Bukankah jika Allah Azza Wa Jalla tidak mentakdirkan kita bersama di ikatpun pasti akan terlepas juga akhirnya..???
Jadi untuk apa aku risau..???
Ukhtina…Sadarlah… bila aku seorang Ikhwan yang benar-benar mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku hanya akan berani merayumu, menggodamu, dan menyentuhmu setelah engkau telah halal bagiku.
^_^.
Jika Bukan Karena Cinta Allah
Aku bukanlah orang yang banyak menuntut,
karna aku juga belum tentu dapat memenuhi tuntutan dari pasanganku....
Aku bukanlah orang yang menuntut kesempurnaan,
karna akupun tidak dapat memberi kesempurnaan....
Aku bukanlah orang yang banyak mengajukan kriteria Wanita Idaman,
karna aku mungkin juga tidak termasuk kedalam Pria Idaman...
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho dari-Nya..
Aku hanya mengharap pendamping yang mencintaiku apa adanya....
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho-Nya...
Cukuplah dia yang seiman, asal bisa sholat yang lainnya tidak penting....
Jika bukan karna takut akan Murka-Nya...
Aku akan berpacaran dengan banyak wanita, agar aku bisa memilih siapa yang terbaik diantara mereka...
Jika bukan karna Allah....
Cukuplah aku mencintaimu karna CINTA... CINTA... dan CINTA yang di agung-agungkan oleh para remaja....
Tapi karna aku menginginkan Cinta-Nya, Rahmat-Nya, Ridha-Nya...
Aku ingin memilihmu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin menerimamu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin mencintaimu karna akhlak dan ketaqwaanmu pada-Nya...
Dan akupun ingin kau memilihku dan menerimaku karna cintaku pada-Nya...
^_^.
karna aku juga belum tentu dapat memenuhi tuntutan dari pasanganku....
Aku bukanlah orang yang menuntut kesempurnaan,
karna akupun tidak dapat memberi kesempurnaan....
Aku bukanlah orang yang banyak mengajukan kriteria Wanita Idaman,
karna aku mungkin juga tidak termasuk kedalam Pria Idaman...
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho dari-Nya..
Aku hanya mengharap pendamping yang mencintaiku apa adanya....
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho-Nya...
Cukuplah dia yang seiman, asal bisa sholat yang lainnya tidak penting....
Jika bukan karna takut akan Murka-Nya...
Aku akan berpacaran dengan banyak wanita, agar aku bisa memilih siapa yang terbaik diantara mereka...
Jika bukan karna Allah....
Cukuplah aku mencintaimu karna CINTA... CINTA... dan CINTA yang di agung-agungkan oleh para remaja....
Tapi karna aku menginginkan Cinta-Nya, Rahmat-Nya, Ridha-Nya...
Aku ingin memilihmu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin menerimamu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin mencintaimu karna akhlak dan ketaqwaanmu pada-Nya...
Dan akupun ingin kau memilihku dan menerimaku karna cintaku pada-Nya...
^_^.
12 Golongan yang di do'akan Malaikat
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
...
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
Wallahua’lam bish shawwab.
...
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
Wallahua’lam bish shawwab.
Suami Kejam Berubah Menjadi Sholeh
Seorang
wanita salehah sedang diuji oleh Allah Azza Wa Jalla dengan seorang
suami yang berperilaku buruk, bertabiat kasar, jauh dari Allah Azza wa
Jalla.
Pukulan keras adlah hadiah sang suami untuknya,terjadi siang dan malam, sering hanya karena alasan sepele.berkali kali dia memikirkan untuk cerai, tetapi dia berlindung kepada Allah Azza Wa Jalla pada waktu sahur dengan terus menerus berdoa semoga Allah Azza Wa jalla membukakan hati suaminya.
hal ini berlangsung beberapa tahun,sementara dia memikul dua beban yang berat dalam hidupnya.
Beberapa kali Pak Amir,teman mereka,mengunjungi suaminya. Pak amir mengundang suaminya untuk datang ke rumah untuk mengajaknya pada kebaikan. suaminya selalu menolak,bermuka masam dan tidak mau menemui atau duduk dengan Pak Amir.
Si istri terus menerus berdoa,sabar menghadapi siksaan suaminya. pak amir kagum dengan kesabarannya menghadapi perilaku kasar suaminya.ia tak yakin ada wanita yang bisa sesabar wanita tersebut.
setelah itu datanglah pertolongan Allah Azza Wa Jalla,Iradah Allah datang memberi hidayah kepada si suami.
Setelah mendapat hidayah,dia menjadi teman dekat pak amir.
suatu kali dia menceritakan bagaimana hidayah Allah Azza Wa Jalla turun kepadanya.
" kadang kadang aku bangun pada tengah malam,dan tidak mendapati istriku disampingku.aku bangun untuk mencarinya,ternyata dia sedang bersungguh sungguh berdiri dihaadapan Allah Azza Wa Jalla,berdoa terus menerus,hal itu terulang bekali kali.
aku memukulinya,juga menamparnya,kalau tidak mendapati baju setelan telah bersih dan siap pada tempatnya.celaka dia seandainya makanan kurang garam atau kebnyakan garam.
aku orang yang bengis, sampai sampai aku tidak mendengar satu kalimatpun darinya. aku tidak mau mendengar nasihat ataupun saran. bahkan amarahku mendidih karena kata-kata "shalatlah!" atau "Matikan lagunya!". kadang kadang aku memaksanya melakukan beberapa hal atau menghadiri tempat tempat yang tidak pantas dilakukan dan dihadiri oleh seorang wanita shalehah.
suatu malam dia menangis, berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla dalam shalat malamnya.aku terbangun karena tangis dan doanya.aku merasakan seperti sebuah tusukan menembus dadaku .rasa sakit yang menjadikan diriku secepat kedipan mata membuka kembali lembaran hidupku dan sikapku kepadanya.
sementara dia TIDAK BERHENTI MENDOAKANKU.
Dengan cepat dan diliputi kekhawatiran aku bangun.hari itu aku berwudhu dan shalat Subuh berjama'ah,sejak itu aku menemukan diriku dan menemukan istriku yang telah lama menderita karena buruknya perlakuan ku padanya.
Sekarang suami tersebut menjadi orang yang sangat arif. hatinya lembut dan bersih.kebaikannya melebihi istrinya.pembawaannya shaleh.tidak melewati sepuluh yang terakhir pada bulan Ramadhan kecuali beri`tikaf di Masjidil Haram setiap tahun sejak perubahan terjadi dalam hidupnya.
Semua orang yang bertemu dengannya dan melihat pembawaannya pastik mengatakan bahwa dia termasuk generasi pertama umat islam.
Si istri pun sangat bahagia dengan perubahan suaminya.sekarang dia hidup bersama suami yang tidak mempunyai keinginan lain kecuali menerapkan petunjuk Nabi dalam bergaul dengan istri. suami itu berkata kepada pak Amir " aku ingin menjadi salah seorang yang berleher panjanng pada hari kiamat"
maka dia mengajukan diri kepada pihak yang berwenang di kota tersebut dan menjadi salah seorang muazin di sana.hatinya telah tertambat di masjid,padahal dulu dia berlari darinya.
MAHA SUCI ALLAH AZZA WA JALLA YANG MEMBOLAK BALIKAN HATI.
Pukulan keras adlah hadiah sang suami untuknya,terjadi siang dan malam, sering hanya karena alasan sepele.berkali kali dia memikirkan untuk cerai, tetapi dia berlindung kepada Allah Azza Wa Jalla pada waktu sahur dengan terus menerus berdoa semoga Allah Azza Wa jalla membukakan hati suaminya.
hal ini berlangsung beberapa tahun,sementara dia memikul dua beban yang berat dalam hidupnya.
Beberapa kali Pak Amir,teman mereka,mengunjungi suaminya. Pak amir mengundang suaminya untuk datang ke rumah untuk mengajaknya pada kebaikan. suaminya selalu menolak,bermuka masam dan tidak mau menemui atau duduk dengan Pak Amir.
Si istri terus menerus berdoa,sabar menghadapi siksaan suaminya. pak amir kagum dengan kesabarannya menghadapi perilaku kasar suaminya.ia tak yakin ada wanita yang bisa sesabar wanita tersebut.
setelah itu datanglah pertolongan Allah Azza Wa Jalla,Iradah Allah datang memberi hidayah kepada si suami.
Setelah mendapat hidayah,dia menjadi teman dekat pak amir.
suatu kali dia menceritakan bagaimana hidayah Allah Azza Wa Jalla turun kepadanya.
" kadang kadang aku bangun pada tengah malam,dan tidak mendapati istriku disampingku.aku bangun untuk mencarinya,ternyata dia sedang bersungguh sungguh berdiri dihaadapan Allah Azza Wa Jalla,berdoa terus menerus,hal itu terulang bekali kali.
aku memukulinya,juga menamparnya,kalau tidak mendapati baju setelan telah bersih dan siap pada tempatnya.celaka dia seandainya makanan kurang garam atau kebnyakan garam.
aku orang yang bengis, sampai sampai aku tidak mendengar satu kalimatpun darinya. aku tidak mau mendengar nasihat ataupun saran. bahkan amarahku mendidih karena kata-kata "shalatlah!" atau "Matikan lagunya!". kadang kadang aku memaksanya melakukan beberapa hal atau menghadiri tempat tempat yang tidak pantas dilakukan dan dihadiri oleh seorang wanita shalehah.
suatu malam dia menangis, berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla dalam shalat malamnya.aku terbangun karena tangis dan doanya.aku merasakan seperti sebuah tusukan menembus dadaku .rasa sakit yang menjadikan diriku secepat kedipan mata membuka kembali lembaran hidupku dan sikapku kepadanya.
sementara dia TIDAK BERHENTI MENDOAKANKU.
Dengan cepat dan diliputi kekhawatiran aku bangun.hari itu aku berwudhu dan shalat Subuh berjama'ah,sejak itu aku menemukan diriku dan menemukan istriku yang telah lama menderita karena buruknya perlakuan ku padanya.
Sekarang suami tersebut menjadi orang yang sangat arif. hatinya lembut dan bersih.kebaikannya melebihi istrinya.pembawaannya shaleh.tidak melewati sepuluh yang terakhir pada bulan Ramadhan kecuali beri`tikaf di Masjidil Haram setiap tahun sejak perubahan terjadi dalam hidupnya.
Semua orang yang bertemu dengannya dan melihat pembawaannya pastik mengatakan bahwa dia termasuk generasi pertama umat islam.
Si istri pun sangat bahagia dengan perubahan suaminya.sekarang dia hidup bersama suami yang tidak mempunyai keinginan lain kecuali menerapkan petunjuk Nabi dalam bergaul dengan istri. suami itu berkata kepada pak Amir " aku ingin menjadi salah seorang yang berleher panjanng pada hari kiamat"
maka dia mengajukan diri kepada pihak yang berwenang di kota tersebut dan menjadi salah seorang muazin di sana.hatinya telah tertambat di masjid,padahal dulu dia berlari darinya.
MAHA SUCI ALLAH AZZA WA JALLA YANG MEMBOLAK BALIKAN HATI.
Minggu, 20 Mei 2012
Pejuang Robbani
Digelap gulitanya malam
digemericik suara hujan
riuh suara katak bersahutan
berlomba bernyanyi bersama jangkrik
Terbuai aku dengan hembusan angin malam
seakan membuai melenakanku ke alam mimpi
namun sinar rembulan mengejutkanku
membangunkanku menuju Lail-NYA
Pagi menjuntai membangun asa
torehkan embun pelepas dahaga
pintu menjerit meminta dibuka
mentari memanggil bersorak sorai
Hey Pemuda.....!!!
bangkit dari tidurmu
lihat di depan matamu
rumah, sawah, rumput, sungai, gunung, lautan
menoreh asa padamu
Hey Pemuda...!!!
ini Negerimu..
ini Bangsamu..
ini Tanah Airmu..
Bukankah Tuhan mengajarkanmu untuk menjaganya ?
bukankah Tuhan mengajarkanmu untuk membelanya ?
Masih sudikah kau melihat kemiskinan dimana-mana ?
masih mampukah kau melihat kedzoliman yang membahana ?
masih inginkah kau melihat para penguasa penghisap darah rakyat ?
Sekarang saatnya hey Pemuda....!!!
bukalah matamu
pandang tajam ke depan
ayunkan tanganmu tuntaskan perbaikan
langkahkan kakimu tunaikan kemakmuran
Inilah saatnya hey Pemuda...!!
terobos kenistaan, tanamkan kemakrufan
singsingkan lengan baju ukir kejayaan
Hey Pemuda...!!
bangkitkan semangatmu
kibarkan giroh juangmu
tunjukkan pada dunia
inilah pejuang penerus Rosulullah SAW
inilah pejuang penerus Umar Bin Khattab
inilah pejuang penerus Umar Bin Abdul Aziz
Ayo Pemuda...!!
Mari Pemuda...!!
Bangkit Pemuda...!!
Semangat Pemuda...!!
Berjuanglah Pemuda Robbani...!!
digemericik suara hujan
riuh suara katak bersahutan
berlomba bernyanyi bersama jangkrik
Terbuai aku dengan hembusan angin malam
seakan membuai melenakanku ke alam mimpi
namun sinar rembulan mengejutkanku
membangunkanku menuju Lail-NYA
Pagi menjuntai membangun asa
torehkan embun pelepas dahaga
pintu menjerit meminta dibuka
mentari memanggil bersorak sorai
Hey Pemuda.....!!!
bangkit dari tidurmu
lihat di depan matamu
rumah, sawah, rumput, sungai, gunung, lautan
menoreh asa padamu
Hey Pemuda...!!!
ini Negerimu..
ini Bangsamu..
ini Tanah Airmu..
Bukankah Tuhan mengajarkanmu untuk menjaganya ?
bukankah Tuhan mengajarkanmu untuk membelanya ?
Masih sudikah kau melihat kemiskinan dimana-mana ?
masih mampukah kau melihat kedzoliman yang membahana ?
masih inginkah kau melihat para penguasa penghisap darah rakyat ?
Sekarang saatnya hey Pemuda....!!!
bukalah matamu
pandang tajam ke depan
ayunkan tanganmu tuntaskan perbaikan
langkahkan kakimu tunaikan kemakmuran
Inilah saatnya hey Pemuda...!!
terobos kenistaan, tanamkan kemakrufan
singsingkan lengan baju ukir kejayaan
Hey Pemuda...!!
bangkitkan semangatmu
kibarkan giroh juangmu
tunjukkan pada dunia
inilah pejuang penerus Rosulullah SAW
inilah pejuang penerus Umar Bin Khattab
inilah pejuang penerus Umar Bin Abdul Aziz
Ayo Pemuda...!!
Mari Pemuda...!!
Bangkit Pemuda...!!
Semangat Pemuda...!!
Berjuanglah Pemuda Robbani...!!
Senin, 14 Mei 2012
Persahabatan Sampai ke Surga
Bismillahirrohmanirrohim...
Jariku menari indah untuk mengetik sebuah pesan singkat pada sahabatku lewat handphone.
"Assalammu'alaikum... gimana kabar iman antum hari ini akhi..?? semoga Alloh berikan yang terbaik buat antum dan keluarga. Gimana tilawahnya..?? lancar..??"
Kukirim pesan itu, kepada seorang sahabatku, sahabat yang melebihi persaudaraan sedarah. persahabatan yang diikat oleh sebuah motivasi, sebuah ikatan yang sangat kuat... aqidah.
Tak berapa lama HP-ku berbunyi. Sebuah pesan dari seberang.
"Wa'alaikumsalam.... Alhamdulillah baik akhi. Jazakalloh sapaan antum. Di kondisi seperti ini ana butuh sapaan ikhwah seperti ini. Ana kangen antum...."
Subhanalloh...tak terasa air mata ini menetes, sapaan dari hati akan sampai juga ke hati.
Kurasakan ada beban yang sangat berat menimpa sahabatku diujung sana.
"Ya Alloh... semoga Kau ringankan beban saudaraku, jika dia sakit maka ikhlaskan dia, gugurkanlah dosa-dosanya. Jadikan ujian yang Kau berikan sebagai penambah imannya pada-Mu". Itulah sebait doaku untuknya...
Hampir empat tahun kami bersama di sebuah daerah terpencil, bekerja di sebuah perusahaan batubara, di kalimantan Timur. Suka dan duka kami jalani berdua, mungkin tidak hanya berdua, banyak... bahkan keluarga kami begitu dekat. Pahit dan getir, canda dan tawa kami lewatkan bersama dalam mengarungi perjalanan panjang dakwah di sana. Siang hari, kami bekerja untuk mencari nafkah, malamnya kami gunakan untuk syuro agenda-agenda dakwah esok hari, minggu depan bahkan agenda bulan depan. Tak jarang kami harus pulang lewat tengah malam, berboncengan motor berdua. Sungguh sebuah nikmat yang luar biasa....nikmat ukhuwah.
Aku tak akan lupa sosok itu, sosok yang sederhana, tapi punya pemikiran jauh ke depan tentang dakwah ini. Pribadi yang selalu siap menerima amanah dakwah di manapun, apapun dan kapanpun.
Kuingat ketika kami mendapat amanah mengisi taujih di sebuah SMA terpencil yang terletak puluhan kilometer dari dari tempat kami tinggal.
"Akhi... dulu Rasululloh perjuangannya lebih berat dari ini, dicaci maki, dilempari kotoran dan ditekan mentalnya", begitu ujarnya saat berada di tengah jalan.
Semangatnya mengingatkanku untuk lebih kuat lagi menerima amanah dakwah di daerah yang baru aku tinggali sekarang.
Kini hampir lima tahun aku tidak bertemu dengannya. Dulu... di saat hati ini membutuhkan penguatan, dialah yang datang menguatkan, atau kadang sebaliknya. Di saat aku butuh perhatian, dia juga yang rajin me-mutaba'ah amalan-amalan harianku
dengan sms-smsnya. Ya Alloh... semoga kau tetapkan iman di dadanya.
"Tetapi aku tahu sahabat, kaupun juga manusia biasa" lirihku
Kadang kau semangat, tetapi kadangkala ruhiyahmu turun. Kuharapkan dengan membaca suratku ini, kau ingat saat-saat kita bahu membahu bekerja di markas dakwah sampai tengah malam, dan harapanku, ingatan itu menjadi kenangan manis
ukhuwah kita.
Aku tahu kadang senyummu tak terbalas oleh qiyadahmu dan oleh sahabatmu di sana, tetapi percayalah seyummu akan menjadi hiasan di surga-Nya. Kutahu keringatmu membanjir arena amanah dakwah yang kau emban, tapi semoga keringatmu akan menjadi pemadam bara api neraka. Aku tahu airmatamu kadang menetes, tapi semoga tetesannya akan menyuburkan bumi ini dengan munculnya mujahid-mujahid baru yang siap menerima tanggungjawab dakwah.
Sahabatku...di saat kau merasa kesepian... ingatlah bahwa Allah sangat dekat.
Sahabatku.. di saat kau merasa berat menajalani hidup ini, ingatlah jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Ingatlah sahabatku, seberat apapun beban yang kau pikul saat ini, Gusti Allah tidak tidur, Alloh tidak dzalim padamu.
sahabatku... kuingin sapaanku ini mengobati rasa rindumu....
Kuingin sapaanku ini mengobati galau hatimu di kala kau membutuhkan sentuhan hati yang tulus..
Kuingin sapaanku ini menjadi pelipur lara tatkala tak seorang ikhwahpun memperhatikanmu.
Karena kuyakin engkaupun manusia yang butuh perhatian seorang sahabat, berbagi suka dan duka dalam mengarungi jalan panjang dakwah ini.
Sahabatku semoga suatu saat kita bertemu, kalaupun tidak di sini, di dunia ini.. semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Semoga persahabatan kita sampai ke Surga.. aamiin...
Teruntuk seluruh sahabat-sahabatku..
^_^.
Jariku menari indah untuk mengetik sebuah pesan singkat pada sahabatku lewat handphone.
"Assalammu'alaikum... gimana kabar iman antum hari ini akhi..?? semoga Alloh berikan yang terbaik buat antum dan keluarga. Gimana tilawahnya..?? lancar..??"
Kukirim pesan itu, kepada seorang sahabatku, sahabat yang melebihi persaudaraan sedarah. persahabatan yang diikat oleh sebuah motivasi, sebuah ikatan yang sangat kuat... aqidah.
Tak berapa lama HP-ku berbunyi. Sebuah pesan dari seberang.
"Wa'alaikumsalam.... Alhamdulillah baik akhi. Jazakalloh sapaan antum. Di kondisi seperti ini ana butuh sapaan ikhwah seperti ini. Ana kangen antum...."
Subhanalloh...tak terasa air mata ini menetes, sapaan dari hati akan sampai juga ke hati.
Kurasakan ada beban yang sangat berat menimpa sahabatku diujung sana.
"Ya Alloh... semoga Kau ringankan beban saudaraku, jika dia sakit maka ikhlaskan dia, gugurkanlah dosa-dosanya. Jadikan ujian yang Kau berikan sebagai penambah imannya pada-Mu". Itulah sebait doaku untuknya...
Hampir empat tahun kami bersama di sebuah daerah terpencil, bekerja di sebuah perusahaan batubara, di kalimantan Timur. Suka dan duka kami jalani berdua, mungkin tidak hanya berdua, banyak... bahkan keluarga kami begitu dekat. Pahit dan getir, canda dan tawa kami lewatkan bersama dalam mengarungi perjalanan panjang dakwah di sana. Siang hari, kami bekerja untuk mencari nafkah, malamnya kami gunakan untuk syuro agenda-agenda dakwah esok hari, minggu depan bahkan agenda bulan depan. Tak jarang kami harus pulang lewat tengah malam, berboncengan motor berdua. Sungguh sebuah nikmat yang luar biasa....nikmat ukhuwah.
Aku tak akan lupa sosok itu, sosok yang sederhana, tapi punya pemikiran jauh ke depan tentang dakwah ini. Pribadi yang selalu siap menerima amanah dakwah di manapun, apapun dan kapanpun.
Kuingat ketika kami mendapat amanah mengisi taujih di sebuah SMA terpencil yang terletak puluhan kilometer dari dari tempat kami tinggal.
"Akhi... dulu Rasululloh perjuangannya lebih berat dari ini, dicaci maki, dilempari kotoran dan ditekan mentalnya", begitu ujarnya saat berada di tengah jalan.
Semangatnya mengingatkanku untuk lebih kuat lagi menerima amanah dakwah di daerah yang baru aku tinggali sekarang.
Kini hampir lima tahun aku tidak bertemu dengannya. Dulu... di saat hati ini membutuhkan penguatan, dialah yang datang menguatkan, atau kadang sebaliknya. Di saat aku butuh perhatian, dia juga yang rajin me-mutaba'ah amalan-amalan harianku
dengan sms-smsnya. Ya Alloh... semoga kau tetapkan iman di dadanya.
"Tetapi aku tahu sahabat, kaupun juga manusia biasa" lirihku
Kadang kau semangat, tetapi kadangkala ruhiyahmu turun. Kuharapkan dengan membaca suratku ini, kau ingat saat-saat kita bahu membahu bekerja di markas dakwah sampai tengah malam, dan harapanku, ingatan itu menjadi kenangan manis
ukhuwah kita.
Aku tahu kadang senyummu tak terbalas oleh qiyadahmu dan oleh sahabatmu di sana, tetapi percayalah seyummu akan menjadi hiasan di surga-Nya. Kutahu keringatmu membanjir arena amanah dakwah yang kau emban, tapi semoga keringatmu akan menjadi pemadam bara api neraka. Aku tahu airmatamu kadang menetes, tapi semoga tetesannya akan menyuburkan bumi ini dengan munculnya mujahid-mujahid baru yang siap menerima tanggungjawab dakwah.
Sahabatku...di saat kau merasa kesepian... ingatlah bahwa Allah sangat dekat.
Sahabatku.. di saat kau merasa berat menajalani hidup ini, ingatlah jadikan sabar dan shalat sebagai penolongmu.
Ingatlah sahabatku, seberat apapun beban yang kau pikul saat ini, Gusti Allah tidak tidur, Alloh tidak dzalim padamu.
sahabatku... kuingin sapaanku ini mengobati rasa rindumu....
Kuingin sapaanku ini mengobati galau hatimu di kala kau membutuhkan sentuhan hati yang tulus..
Kuingin sapaanku ini menjadi pelipur lara tatkala tak seorang ikhwahpun memperhatikanmu.
Karena kuyakin engkaupun manusia yang butuh perhatian seorang sahabat, berbagi suka dan duka dalam mengarungi jalan panjang dakwah ini.
Sahabatku semoga suatu saat kita bertemu, kalaupun tidak di sini, di dunia ini.. semoga Allah mempertemukan kita di surga-Nya. Semoga persahabatan kita sampai ke Surga.. aamiin...
Teruntuk seluruh sahabat-sahabatku..
^_^.
10 Hak Ukhuwah dan Kasih Sayang
Bismillahirrohmanirrohim...
Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah satu ikatan yang diikat dengan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain adalah saudara.
Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus dimiliki oleh kaum mukminin
Allah SWT menyebutkan bahwa generasi Muslim terbaik adalah generasi yang saling berkasih sayang antar mereka.
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (QS. Al-Fath : 29)
Dalam ayat yang lain, Allah juga menyebutkan karakter itu sebagai karakter generasi pengganti; generasi pilihan.
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin." (QS. Al-Maidah : 54)
Bagaimana bentuk kasih sayang sesama muslim yang menjadi hak ukhuwah itu? Setidaknya ada 10 bentuk kasih sayang yang menjadi hak ukhuwah :
1. Berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran : 159)
2. Memaafkan dan memohonkan ampun serta bermusyawarah dengan mereka
"Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran : 159)
3. Tawadhu' terhadap sesama Muslim
"Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain." (HR. Muslim).
4. Menghilangkan hal-hal yang bisa menyakiti mereka
Dalam sebuah hadits, Abu Barzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)
5. Senyum, Salam dan Sapa
"Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)
"Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berikan makanan, dan lakukan shalat saat orang lain tidur malam, niscaya kalian masuk surga dengan tenang." (HR. Tirmidzi, "hasan shahih")
6. Meringankan kesusahan sesama Muslim dan membantu mencarikan solusi baginya
"Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seseorang, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
7. Menutupi aib sesama Muslim
"Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutup aibnya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
8. Senang melakukan/memberikan sesuatu yang disenangi sesama Muslim
"Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." (HR. Bukhari)
9. Menunaikan hak-hak mereka, terutama enam hak sosial Muslim dari Muslim lainnya
"Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam; jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika dia bersin dia memuji Allah subhanahu wata’ala maka bertasymitlah untuknya, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika dia mati maka iringilah jenazahnya." (H.R. Muslim)
Tasymit adalah mendo’akan Muslim yang bersin dengan ucapan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu)
10. Mendoakan sesama Muslim dalam doa-doa kita, baik sepengetahuannya ataupun di luar sepengetahuannya
"Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, "Dan bagimu seperti apa yang kamu pinta" (HR. Muslim)
^_^.
Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah satu ikatan yang diikat dengan persaudaraan Islam (ukhuwah Islamiyah). Mukmin yang satu dengan mukmin yang lain adalah saudara.
Sampai kapan pun, musuh-musuh Islam tidak rela jika umat Islam bersatu dan saling berkasih sayang. Padahal itu adalah karakter yang harus dimiliki oleh kaum mukminin
Allah SWT menyebutkan bahwa generasi Muslim terbaik adalah generasi yang saling berkasih sayang antar mereka.
"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka." (QS. Al-Fath : 29)
Dalam ayat yang lain, Allah juga menyebutkan karakter itu sebagai karakter generasi pengganti; generasi pilihan.
"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin." (QS. Al-Maidah : 54)
Bagaimana bentuk kasih sayang sesama muslim yang menjadi hak ukhuwah itu? Setidaknya ada 10 bentuk kasih sayang yang menjadi hak ukhuwah :
1. Berlemah lembut dalam bersikap dan bertutur
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu." (QS. Ali Imran : 159)
2. Memaafkan dan memohonkan ampun serta bermusyawarah dengan mereka
"Karena itu ma'afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran : 159)
3. Tawadhu' terhadap sesama Muslim
"Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas pada yang lain." (HR. Muslim).
4. Menghilangkan hal-hal yang bisa menyakiti mereka
Dalam sebuah hadits, Abu Barzah Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat bermanfaat bagiku.” Beliau menjawab, “Singkirkanlah gangguan dari jalan-jalan kaum muslimin.” (H.R. Muslim dan Ibnu Majah)
5. Senyum, Salam dan Sapa
"Senyummu di hadapan wajah saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)
"Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, berikan makanan, dan lakukan shalat saat orang lain tidur malam, niscaya kalian masuk surga dengan tenang." (HR. Tirmidzi, "hasan shahih")
6. Meringankan kesusahan sesama Muslim dan membantu mencarikan solusi baginya
"Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya. Barangsiapa menghilangkan kesusahan seseorang, maka Allah akan menghilangkan kesusahannya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
7. Menutupi aib sesama Muslim
"Barangsiapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah menutup aibnya pada hari kiamat." (Muttafaq 'alaih)
8. Senang melakukan/memberikan sesuatu yang disenangi sesama Muslim
"Tidak beriman seseorang hingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya." (HR. Bukhari)
9. Menunaikan hak-hak mereka, terutama enam hak sosial Muslim dari Muslim lainnya
"Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam; jika kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, jika dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, jika dia meminta nasihat kepadamu maka nasihatilah dia, jika dia bersin dia memuji Allah subhanahu wata’ala maka bertasymitlah untuknya, jika dia sakit maka jenguklah, dan jika dia mati maka iringilah jenazahnya." (H.R. Muslim)
Tasymit adalah mendo’akan Muslim yang bersin dengan ucapan "Yarhamukallah" (semoga Allah merahmatimu)
10. Mendoakan sesama Muslim dalam doa-doa kita, baik sepengetahuannya ataupun di luar sepengetahuannya
"Tidak ada seorang hamba pun yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, "Dan bagimu seperti apa yang kamu pinta" (HR. Muslim)
^_^.
Kamis, 10 Mei 2012
Untukmu Pejuang Dinnullah
Untukmu pejuang dinnullah,
Teruslah berjuang membawa risalah Rasulmu
Untuk kehidupan umat yang lebih baik
Seperti sel darah merah yang mengangkut oksigen
Untuk menghidupi sel-sel tubuh
Untukmu pejuang dinnullah,
Teruslah menyeru membersihkan setiap ide kufur
Yang telah menjalar di otak dan benak umat
Seperti ginjal yang tak pernah letih mencuci darah-darah kotor
Membersihkannya dari zat-zat racun perusak kinerja tubuh
Untukmu pejuang dinnulah,
Teruslah beropini membongkar makar para kapitalis dan zionis kejam
Yang merusak tatanan kehidupan umat
Seperti hati membongkar sel darah merah
Meremajakannya dan menjadikannya layak beredar kembali
Untukmu pejuang dinnullah,
Teruslah bersatu, berjalan bergandengan
Memikul setiap beban kehidupan
Seperti benang-benang fibrin
Yang saling bertautan bekerjasama menutupi luka
Untukmu pejuang dinnullah,
Umat menanti perjuanganmu,
Untukmu pejuang dinnullah,
Surga menunggu kesyahidanmu,
Untukmu pejuang dinnullah . . . .
Teruslah berjuang membawa risalah Rasulmu
Untuk kehidupan umat yang lebih baik
Seperti sel darah merah yang mengangkut oksigen
Untuk menghidupi sel-sel tubuh
Untukmu pejuang dinnullah,
Teruslah menyeru membersihkan setiap ide kufur
Yang telah menjalar di otak dan benak umat
Seperti ginjal yang tak pernah letih mencuci darah-darah kotor
Membersihkannya dari zat-zat racun perusak kinerja tubuh
Untukmu pejuang dinnulah,
Teruslah beropini membongkar makar para kapitalis dan zionis kejam
Yang merusak tatanan kehidupan umat
Seperti hati membongkar sel darah merah
Meremajakannya dan menjadikannya layak beredar kembali
Untukmu pejuang dinnullah,
Teruslah bersatu, berjalan bergandengan
Memikul setiap beban kehidupan
Seperti benang-benang fibrin
Yang saling bertautan bekerjasama menutupi luka
Untukmu pejuang dinnullah,
Umat menanti perjuanganmu,
Untukmu pejuang dinnullah,
Surga menunggu kesyahidanmu,
Untukmu pejuang dinnullah . . . .
Keutamaan Silaturahmi dan Ancaman Meninggalkannya
Manusia adalah mahluk sosial, yang selalu membutuhkan perhatian, teman
dan kasih sayang dari sesamanya. Setiap diri terikat dengan berbagai
bentuk ikatan dan hubungan, diantaranya hubungan emosional, sosial,
ekonomi dan hubungan kemanusiaan lainnya. Maka demi mencapai kebutuhan
tersebut adalah fitrah untuk selalu berusaha berbuat baik terhadap
sesamanya. Islam sangat memahami hal tersebut, oleh sebab itu
silaturahmi harus dilaksanakan dengan baik.
Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Keutamaannya sangat banyak, profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yang memberikan makanannya di setiap waktu dengan izin Rabb-nya
Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini.
Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia?
Sesungguhnya sempurnalah dengannya keakraban, tersebar kasih sayang dengan perantaraannya, dan merata rasa cinta. Ia adalah bukti kemuliaan, tanda muru`ah, mengusahakan bagi seseorang kemuliaan, pengaruh, dan wibawa. Karena alasan itulah berlomba-lomba padanya orang-orang mulia yang berakal, maka mereka menyambung (tali silaturrahim) kepada orang yang memutuskan dan memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun kepada yang bodoh. Tidaklah nampak muru`ah kecuali ada padanya tali kekeluargaan yang disambung kembali, kebaikan yang diberikan, kesalahan yang dimaafkan, dan uzur yang diterima.
Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya : “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad :22-23).
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’:1).
Silaturahmi merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, apa bila kita melaksanakan perintah tersebut disamping kita mendapatkan pahala juga akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang sangat banyak sekali, diantara keutamaan tersebut adalah :
1. Silaturahmi merupakan sebagian dari konsekuensi iman dan tanda-tandanya
Dari Abu Hurairah ra oa berkata, Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi". (HR Bukhori dan Muslim)
2. Silaturahmi adalah penyebab bertambah umur dan luas rizqi
Dari Abu Hurairah t ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi" (HR Bukhori dan Muslim)
3. Silaturahmi menyebabkan adanya hubungan Allah swt bagi orang yang menyambungnya
"Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia swt selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.' Dia swt berfirman: 'Benar, apakah engkau ridha bahwa Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau? Ia menjawab, 'Bahkan.' Dia I berfirman, 'Itulah untukmu.'
4. Akan selalu berhubungan dengan Allah swt.
Dari Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, "Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Silaturahmi merupakan salah satu penyebab utama masuk surga dan jauh dari neraka
Dari Abu Ayyub al-Anshari ra, sesungguhnya seorang laki-laki berkata: Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka. Maka Nabi saw bersabda : "Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi" (HR Bukhari dan Muslim)
6. Silaturahmi merupakan ketaatan kepada Allah swt dan ibadah besar, serta petunjuk takutnya hamba kepada Rabb-Nya, sehingga ia menyambung tali silaturahmi tatkala Allah swt menyuruh untuk disambung
Firman Allah swt : "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk" (QS. Ar-Ra'd :21)
7. Silaturahim merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt.
Dari seorang laki-laki dari Khos’amm berkata : saya mendatangi Rasulullah sawsedangkan beliau sedang bersama salah seorang sahabatnya, aku berkata : kamu mengaku bahwa engkau adalah Rasulullah? Rasulullah saw menjawab : “iya”, aku bertanya : amalan apa yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab ; “Beriman kepada Allah swt ”, aku bertnya lagi, kemudian apa lagi ? beliau menjawab : “kemudian menyambung silaturahmi”. (HR Abu Ya’la dengan sanan Jayyid)
8. Sesungguhnya ganjaran silaturahmi lebih besar dari pada memerdekakan budak
dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu 'anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi saw sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: "Apakah sudah engkau lakukan?" Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu." (HR Bukhori dan Muslim)
9. Di antara besarnya ganjaran silaturahmi, sesungguhnya sedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain
Dari Salman bin 'Amir ra, dari Nabi saw beliau bersabda: "Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi." (HR Tirmidzi)
demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas'ud ra, ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi saw: Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi saw bersabda: "Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah." (HR Bukhari dan Muslim)
Dan sebaliknya apabila meninggalkan silaturahmi maka akan mendapatkan ancaman dan akibat yang diperoleh. Diantara ancaman memutuskan silaturahmi adalah :
1. Tidak akan diterima amalnya
Dari Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda “ “sesungguhnya perbuatan anak cucu adam diperlihatkan pada setiap kamis malam jumat, maka tidak akan diterima amalnya orang yang memutus tali silaturahmi”. (HR Ahmad)
2. Akan terputus hubungannya dengan Allah swt.
Rosulullah saw bersabda, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" HR. Bukhari, dan Muslim.
3. Tidak termasuk golongan yang beriman kepada Allah swt dan hari akherat.
Karena salah satu tanda keimanan seseorang adalah senantiasa meghubungkan silaturahmi.
4. Akan dilaknat oleh Allah dan dimasukan kedalam neraka jahanam.
Allah swt berfirman : “ orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam) (QS Ar’Rad : 25)
“ Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? mereka Itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”(QS Muhammad 22-23)
5. Tidak masuk surga
Dari Jubair bin Mut?im ra sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, " Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan.". Sufyan berkata : “yaitu yang memutus hubungan tali silaturahmi” (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah beberapa keutamaan bagi orang yang melakukan silaturahmi dan ancaman bagi orang yang meninggalkannya.
Sesungguhnya silaturahmi merupakan amal shalih yang penuh berkah, dan memberikan kepada pelakunya kebaikan di dunia dan akhirat, menjadikannya diberkahi di manapun ia berada, Allah swt memberikan berkah kepadanya di setiap kondisi dan perbuatannya, baik yang segera maupun yang tertunda. Keutamaannya sangat banyak, profitnya melimpah, buahnya matang, pohon-pohonnya baik yang memberikan makanannya di setiap waktu dengan izin Rabb-nya
Kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini.
Demikian banyak dan mudahnya alat transportasi dan komunikasi, seharusnya menambah semangat kaum muslimin bersilaturahmi. Bukankah silaturahmi merupakan satu kebutuhan yang dituntut fitrah manusia?
Sesungguhnya sempurnalah dengannya keakraban, tersebar kasih sayang dengan perantaraannya, dan merata rasa cinta. Ia adalah bukti kemuliaan, tanda muru`ah, mengusahakan bagi seseorang kemuliaan, pengaruh, dan wibawa. Karena alasan itulah berlomba-lomba padanya orang-orang mulia yang berakal, maka mereka menyambung (tali silaturrahim) kepada orang yang memutuskan dan memberi kepada orang yang tidak mau memberi, serta bersifat santun kepada yang bodoh. Tidaklah nampak muru`ah kecuali ada padanya tali kekeluargaan yang disambung kembali, kebaikan yang diberikan, kesalahan yang dimaafkan, dan uzur yang diterima.
Silaturahim termasuk akhlak yang mulia. Dianjurkan dan diseru oleh Islam. Diperingatkan untuk tidak memutuskannya. Allah Ta’ala telah menyeru hambanya berkaitan dengan menyambung tali silaturahmi dalam sembilan belas ayat di kitab-Nya yang mulia. Allah Ta’ala memperingatkan orang yang memutuskannya dengan laknat dan adzab, diantara firmanNya : “Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan ? Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikanNya telinga mereka, dan dibutakanNya penglihatan mereka.” (QS Muhammad :22-23).
“Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS An Nisaa’:1).
Silaturahmi merupakan perintah Allah dan Rasul-Nya, apa bila kita melaksanakan perintah tersebut disamping kita mendapatkan pahala juga akan mendapatkan keutamaan-keutamaan yang sangat banyak sekali, diantara keutamaan tersebut adalah :
1. Silaturahmi merupakan sebagian dari konsekuensi iman dan tanda-tandanya
Dari Abu Hurairah ra oa berkata, Rasulullah saw bersabda : "Barang siapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah I dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi". (HR Bukhori dan Muslim)
2. Silaturahmi adalah penyebab bertambah umur dan luas rizqi
Dari Abu Hurairah t ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi" (HR Bukhori dan Muslim)
3. Silaturahmi menyebabkan adanya hubungan Allah swt bagi orang yang menyambungnya
"Sesungguhnya Allah swt menciptakan makhluk, hingga apabila Dia swt selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata: ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.' Dia swt berfirman: 'Benar, apakah engkau ridha bahwa Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan engkau? Ia menjawab, 'Bahkan.' Dia I berfirman, 'Itulah untukmu.'
4. Akan selalu berhubungan dengan Allah swt.
Dari Aisyah ra berkata, Rosulullah saw bersabda, "Silaturahmi itu tergantung di `Arsy (Singgasana Allah) seraya berkata: "Barangsiapa yang menyambungku maka Allah akan menyambung hubungan dengannya, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" (HR. Bukhari dan Muslim).
5. Silaturahmi merupakan salah satu penyebab utama masuk surga dan jauh dari neraka
Dari Abu Ayyub al-Anshari ra, sesungguhnya seorang laki-laki berkata: Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku amalan yang memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka. Maka Nabi saw bersabda : "Engkau menyembah Allah swt dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi" (HR Bukhari dan Muslim)
6. Silaturahmi merupakan ketaatan kepada Allah swt dan ibadah besar, serta petunjuk takutnya hamba kepada Rabb-Nya, sehingga ia menyambung tali silaturahmi tatkala Allah swt menyuruh untuk disambung
Firman Allah swt : "Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk" (QS. Ar-Ra'd :21)
7. Silaturahim merupakan amalan yang paling dicintai oleh Allah swt.
Dari seorang laki-laki dari Khos’amm berkata : saya mendatangi Rasulullah sawsedangkan beliau sedang bersama salah seorang sahabatnya, aku berkata : kamu mengaku bahwa engkau adalah Rasulullah? Rasulullah saw menjawab : “iya”, aku bertanya : amalan apa yang paling dicintai Allah swt. Beliau menjawab ; “Beriman kepada Allah swt ”, aku bertnya lagi, kemudian apa lagi ? beliau menjawab : “kemudian menyambung silaturahmi”. (HR Abu Ya’la dengan sanan Jayyid)
8. Sesungguhnya ganjaran silaturahmi lebih besar dari pada memerdekakan budak
dari Ummul mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu 'anha, bahwasanya dia memerdekakan budak yang dimilikinya dan tidak memberi kabar kepada Nabi saw sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya, ia berkata: Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: "Apakah sudah engkau lakukan?" Dia menjawab: Ya. Beliau bersabda: "Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu." (HR Bukhori dan Muslim)
9. Di antara besarnya ganjaran silaturahmi, sesungguhnya sedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain
Dari Salman bin 'Amir ra, dari Nabi saw beliau bersabda: "Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi." (HR Tirmidzi)
demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah, istri Abdullah bin Mas'ud ra, ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi saw: Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi saw bersabda: "Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah." (HR Bukhari dan Muslim)
Dan sebaliknya apabila meninggalkan silaturahmi maka akan mendapatkan ancaman dan akibat yang diperoleh. Diantara ancaman memutuskan silaturahmi adalah :
1. Tidak akan diterima amalnya
Dari Abu Hurairah ra berkata, saya mendengar Rasulullah saw bersabda “ “sesungguhnya perbuatan anak cucu adam diperlihatkan pada setiap kamis malam jumat, maka tidak akan diterima amalnya orang yang memutus tali silaturahmi”. (HR Ahmad)
2. Akan terputus hubungannya dengan Allah swt.
Rosulullah saw bersabda, dan barangsiapa yang memutuskanku maka Allah akan memutuskan hubungan dengannya" HR. Bukhari, dan Muslim.
3. Tidak termasuk golongan yang beriman kepada Allah swt dan hari akherat.
Karena salah satu tanda keimanan seseorang adalah senantiasa meghubungkan silaturahmi.
4. Akan dilaknat oleh Allah dan dimasukan kedalam neraka jahanam.
Allah swt berfirman : “ orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan Mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang Itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam) (QS Ar’Rad : 25)
“ Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan? mereka Itulah orang-orang yang dila'nati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.”(QS Muhammad 22-23)
5. Tidak masuk surga
Dari Jubair bin Mut?im ra sesungguhnya Rosulullah saw bersabda, " Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan.". Sufyan berkata : “yaitu yang memutus hubungan tali silaturahmi” (HR. Bukhari dan Muslim)
Itulah beberapa keutamaan bagi orang yang melakukan silaturahmi dan ancaman bagi orang yang meninggalkannya.
10 Sahabat Yang Dijamin Masuk Surga
Bismillahirrohmanirrohim...
Setiap
orang pasti ingin masuk surga. Namun, tidak mudah untuk meraihnya. Tak
cukup hanya mengaku sebagai Muslim, butuh ketaatan dan pengorbanan
Lihatlah bagaimana sikap itu ditunjukkan oleh para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Tidak hanya harta, jiwa dan raga pun rela mereka persembahkan untuk kejayaan Islam.
Dari sekian banyak sahabat Nabi, ada sepuluh sahabat yang memperoleh jaminan surga (Asratul Kiraam).
Dari sekian banyak sahabat Nabi, ada sepuluh sahabat yang memperoleh jaminan surga (Asratul Kiraam).
1. Abu Bakar Ash-Shiddiq
Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ’anhu (RA)
adalah khalifah pertama, setelah Nabi wafat. Ia sahabat yang paling
dekat dengan Rasulullah, kemanapun Nabi pergi, ia selalu menyertainya.
Termasuk saat Rasul dalam perjalanan hijrah dari Makkah ke Madinah,
suatu perjalanan yang penuh dengan risiko. Sejak remaja, Abu Bakar telah
bersahabat dengan Nabi. Ia juga orang pertama yang memeluk Islam.
Tidaklah sulit baginya untuk mempercayai ajaran Islam, karena tahu betul
keagungan akhlak Rasulullah. Demikian juga saat Nabi menyampaikan
peristiwa Isra Mi’raj.
Abu Bakarlah sahabat yang pertama kali membenarkan peristiwa tersebut.
Oleh sebab itu, ia diberi gelar oleh Rasulullah yakni Ash-Shiddiq (yang
benar, jujur, dan membenarkan). Abu Bakar wafat dalam usia 63 tahun (13
Hijriah). Ia dikebumikan di Madinah bersebelahan dengan makam Rasulullah. Ia diriwayatkan 142 Hadits.
2. ‘Umar bin Khattab
2. ‘Umar bin Khattab
‘Umar
bin Khaththab RA adalah khalifah kedua. Ia termasuk sahabat yang sangat
dikasihi oleh Nabi. Sebelum masuk Islam, ia dikenal sebagai sosok yang
jago gulat dan gemar mabuk-mabukan. Seluruh penduduk Makkah merasa takut
kepadanya. ’Umar memeluk Islam setelah mendengar surat Thoha yang
dibacakan saudara perempuannya. Ia sangat keras dalam membela agama
Allah. Ia menjadi salah satu benteng Islam yang mampu menyurutkan
perlawanan kaum Quraisy terhadap diri Nabi dan sahabat. Saat ’Umar
diangkat menjadi khalifah, daerah kekuasaan Islam bertambah. Kerajaan
Persia dan Romawi Timur dapat ditaklukan dalam kurun waktu satu tahun
(636-637 M). Pemimpin yang sederhana dan peduli para rakyatnya ini,
wafat setelah dibunuh Abu Lukluk saat hendak memimpin shalat ( 23 H/644
M). Ia dimakamkan berdekatan dengan Abu Bakar dan Rasulullah.
3. ‘Utsman bin Affan
3. ‘Utsman bin Affan
‘Utsman
bin Affan RA adalah khalifah Islam ketiga. Pada saat kepemimpinannya,
ia berhasil mengumpulkan wahyu, dan menyusunnya dalam bentuk mushaf Al- Qur’an. ’Utsman masuk Islam lewat ajakan Abu Bakar As-Siddiq. Ia mendapat gelar Dzun Nur ’Ain (Pemilik
Dua Cahaya), karena menikahi dua putri Nabi, Ruqayyah dan Ummu Kultsum.
’Utsman dikenal sebagai saudagar kaya dan dermawan. Ia selalu
menafkahkan hartanya di jalan Allah. Saat berkecamuk perang Tabuk,
’Utsman menyumbang lebih dari 940 unta, kemudian membawa 60 kuda untuk
menggenapinya menjadi 1000. Usman Wafat pada tahun 35H atau 655M.
4. ‘Ali bin Abi Thalib
4. ‘Ali bin Abi Thalib
‘Ali
bin Abi Thalib RA dilahirkan di Makkah tahun 598 Masehi. Suami dari
putri Nabi, Fatimah, ini merupakan orang yang pertama masuk Islam dari
golongan anak-anak. Sebagian meriwayatkan saat itu usianya 10 tahun.
’Ali terkenal orang yang sangat berani, ahli siasat perang, dan cerdas.
Pada saat peristiwa hijrah, ’Ali tidur di atas tempat tidur Rasulullah.
Sehingga, para tentara Quraisy yang mengepung rumah Nabi, mengira Nabi
masih berada di dalam rumah. ’Ali wafat pada tahun 40 Hijriyah, setelah
ditikam oleh Abdurrahman bin Muljam dengan pedang yang beracun setelah
shalat Shubuh. Ia meninggal dalam usia 63 tahun dan menjabat sebagai
khalifah selama 4 tahun 9 bulan. Beliau dimakamkan di Kufah, Irak.
5. Thalhah bin Abdullah
5. Thalhah bin Abdullah
Thalhah
bin ’Abdullah dikenal sebagai salah satu konsultan Rasulullah. Ia
berasal dari suku Quraisy. Saat berkecamuk perang Uhud, Thalhah ikut
serta. Di arena tersebut ia menderita luka parah. Dia menjadikan dirinya
sebuah perisai bagi Rasulullah dan mengalihkan panah yang akan menancap
diri Nabi dengan tangannya. Sehingga semua jari-jarinya putus. Thalhah
wafat pada 36 H atau 656 M. Ia Syahid saat mengikuti perang Jamal.
6. Zubair bin Awwam
Zubair
bin Awwan termasuk golongan yang pertama masuk Islam (as-sabiqun
al-awwalun). Usianya saat itu baru 15 tahun. Pembelaannya terhadap Islam
begitu nyata, Zubair tidak pernah absen dalam berbagai petempuran
bersama kaum muslimin. Ia selalu berada di garda depan saat jihad
dikumandangkan. Sekujur tubuhnya terdapat luka dari hasil peperangan. Ia
sangat dicintai Rasulullah. Saat terjadi perseturuan di antara kaum
muslimin, Zubair tidak sedikit pun memihak yang berseteru. Ia malah
berusaha menyatukannya.
Zubair ditikam ketika sedang menghadap Allah, ia wafat pada tahun 36H atau 656M.
Zubair ditikam ketika sedang menghadap Allah, ia wafat pada tahun 36H atau 656M.
7. Sa’ad bin Abi Waqqas
Sa’ad
bin Abi Waqqas memeluk Islam saat berusia 17 tahun. Ia sangat mahir
menunggang kuda dan memanah. Jika ia memanah musuh dalam sebuah
peperangan pastilah tepat sasaran. Hampir seluruh peperangan ia ikuti.
Saat awal memeluk Islam, ibunya mengancam mogok makan dan minum. Dengan
harapan, Sa’ad kembali ke ajaran nenek moyang. Namun, hampir sang ibu
menemui ajal, ancaman itu dihiraukannya. Ia tidak menjual keyakinannya
dengan apa pun, nyawa ibunya sekalipun. Saat periode Khalifah Umar bin
Khattab, Sa’ad diangkat sebagai gubernur militer di Iraq yang bertugas
mengatur pemerintahan dan sebagai panglima tentara.Sa’ad wafat pada usia
70 tahun (55H atau 675M). Ia dimakamkan ditanah Baqi’
8. Sa’id bin Zaid
8. Sa’id bin Zaid
Sa’id
adalah di antara sahabat yang beruntung. Dia masuk Islam bersama-sama
istrinya, Fathimah binti Al-Khaththab, adik perempuan ‘Umar bin
Khaththab. Sa’id membaktikan segenap daya dan tenaganya untuk berkhidmat
kepada Islam. Ketika memeluk Islam usianya belum genap 20 tahun. Sa’id
turut berperang bersama Rasulullah dalam setiap peperangan. Ia juga
turut bersama kaum muslimin mencabut singgasana Kisra Persia. Sa’id
pernah diperintahkan Rasulullah untuk memata-matai aktivitas musuh.
Ia wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M), dan dimakamkan di Baqi’, Madinah.
9. ‘Abdurrahman bin ‘Auf
Ia wafat dalam usia 70 tahun (51H atau 671M), dan dimakamkan di Baqi’, Madinah.
9. ‘Abdurrahman bin ‘Auf
Abdurrahman
bin ’Auf juga termasuk tujuh orang yang pertama masuk Islam. Ia di
antara sahabat Rasul yang memiliki harta berlimpah. Selurah hartanya itu
ia peroleh melalui perniagaan. Kesuksesannya tidak membuat ia lupa
diri. Ia selalu menafkahkan hartanya di jalan Allah. Bahkan saat ia
diberitakan Rasulullah bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat
bersedekahnya semakin membara. Tak kurang dari 40.000 dirham perak,
40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang, dan 1.500 ekor unta ia
sumbangkan untuk perjuangan menegakkan Islam. Abdurrahman sempat
berhijrah ke Habasyah sebanyak dua kali. Ia wafat pada umur 72 tahun
(32H/652M) dan dimakamkan di baqi’.
10.Abu ‘Ubaidah bin Jarrah
Rasulullah
pernah memberikan pernyataan tentang Abu ‘Ubaidah. “Sesungguhnya setiap
umat mempunyai orang kepercayaan, dan sesungguhnya kepercayaan umat ini
adalah Abu Ubaidah,” begitu kata Rasulullah. Abu Ubaidah orang yang
amanah dan jujur dalam berperilaku. Abu Ubaidah masuk Islam melalui
perantara Abu Bakar As-Shiddiq diawal kerasulan Muhammad. Ia beberapa
kali dipercaya Rasul memimpin peperangan. Ia wafat pada tahun 18H atau 639M.
10.Abu ‘Ubaidah bin Jarrah
Rabu, 09 Mei 2012
Analisis Kondisi Dakwah Kampus Terkini
“…dan
sampaikanlah ayatKu walaupun hanya 1 ayat…”.
Kalimat
ini mungkin sering terdengar bagi kita kaum muslimin, namun bagi yang tergugah
akan panggilan ini tentu dakwah akan menjadi salah satu prioritas dalam
hidupnya. Sebagaimana Allah menuangkan perintahNya dalam kitab suci Alquran
atas seruan ini.
“Dan hendaklah diantara
kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat)
yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang
beruntung.” (Q.S. Ali Imran : 104)
Dakwah
atau menyeru pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran tentunya disadari oleh
para aktivis dakwah baik itu medannya, halang rintangnya ataupun sarana lainnya
yang kurang mendukung kegiatan mulia ini. Tujuan untuk membumikan dinul Islam
kembali pun harus bertahap dan penuh kesabaran dalam menatanya. Itu semua
sunatullah yang harus dihadapi dengan penuh keteguhan dan komitmenitas yang
tinggi agar keberlangsungan dakwah ini terjamin.
Berbagai
lapisan masyarakat pun harus tersiram oleh dakwah, tak terkecuali lapisan
kampus yang notabene adalah generasi muda sebagai agent of change.
Generasi muda adalah generasi yang penuh semngat, pemikiran brilian dan tenaga
yang tinggi yang akan bernilai lebih bila dikorbankan dalam perjuangan dakwah
ini. Dakwah kampus targetnya adalah orang – orang yang intelektual, penuh
keragaman latar belakang fikrah, penuh kevariatifan motif, dan penuh pemikiran
– pemikiran budaya yang tentunya memiliki problem-problem ataupun
permasalahan-permasalahan yang terjadi di dalamnya.
Kondisi-kondisi
terkini yang terjadi dalam dakwah kampus menurut pandangan saya sendiri adalah
:
1. Dakwah Terkesan Masih Eksklusif
Tercermin
dari para aktivisnya termasuk saya sendiri yang mungkin dapat dikatakan kurang membaur
dengan para mahasiswa ammah. Padahal asalkan status Aktivis dakwah kampus masih
dijunjung tinggi nilai-nilainya, pluralitas yang ada dapat disikapi dengan baik
oleh para aktivis dakwah dengan membaur tanpa melebur bersama mereka.
Sebagaimana Allah perintahkan dalam salah satu surat di Al Qur’an bahwa kita
dilarang untuk menjadikan orang non muslim sebagai sahabat sejati kita. Karena
orang ahli kitab sebagaimana dalam QS. Al-Baqarah ayat 105, Allah berfirman
yang artinya “Orang – orang yang kafir dari ahli
kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu
kebaikan dari Tuhanmu. Tetapi secara khusus Allah telah memberikan rahmatNya
kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemberi karunia yang paling besar.”
Untuk itu
memang dibutuhkan tarbiyah dzatiah yang kuat sebagai tameng ini semua. Berat
memang. Teori itu mudah. Namun yang dirasakan selama ini beberapa aktifis
dakwah kampus hanya akan menerapkan sunah atau menunujukkan keeksitensian diri
pada sesama aktifis. Contoh ringan : Sesama aktifis akan menyampaikan kata Syukron,
‘afwan saat menghadapi aktifis dakwah yang lain. Namun kenapa pada yang ‘ammah
mereka tidak mengatakannya juga? Kalaupun dengan dalih yang mengatakan bahwa
menyampaikan sesuatu pada tempatnya, menurut saya ini hanyalah jawaban
kamuflase belaka, karena ini belum mencerminkan alasan sesungguhnya kenapa
seseorang tersebut berbahasa Arab dalam beberapa kata itu. Kalau alasannya
ingin menerapkan apa yang Imam Al Syahid Hasan Al Banna wasiatkan yaitu dengan
membiasakan berbahasa Arab walaupun sedikit kenapa harus pilih – pilih untuk
membiasakan hal ini. Bukankah katanya ingin syiar, tapi kenapa syiar
pada aktifis? Lalu sebenarnya tujuan syiar lebih kepada siapa? Aktivis
atau ‘ammah?
2. Komitmenitas ADK
Ya, permasalahan
yang saya anggap cukup urgent juga. Cukup banyak permasalahan yang berkaitan
dengan komitmen ini, namun saya akan lebih fokus menanggapi komitmen para
Aktifis dalam mengemban amanahnya. Memang tujuan utama kita adalah menunaikan
atau menjalankan Amanah Orang Tua yaitu akademik alias kuliah. Namun, jangan
sampai hal itu menjadikan alasan kita untuk menunda-nunda suatu kegiatan dalam
rangka syiar dakwah atau sejenisnya. Dan jangan sampai karna ingin cepat-cepat
lulus kita terburu-buru untuk menyelesaikan amanah kita tanpa mempertimbangkan
teman-teman atau jundi-jundi yang ada dalam sebuah wajiha tersebut dan bahkan
terkesan memaksakan.
3.
Krisis Keteladanan
Seseorang
yang menjadi aktifis dakwah kampus seharusnya adalah orang yang benar – benar
dapat memberikan keteladan baik dari sikap, kesantunan, intelektualitas, dan
spiritualitasnya. Bila aktifis dakwah kampus kurang memberikan keseimbangan
dalam hal – hal terkait diatas maka dakwah akan cenderung dipandang sebelah mata
oleh ‘ammah. Sekali lagi, keseimbangan ini tidak harus mengorbankan
komitmennya sebagai Agen Dakwah Kampus. Melebur tanpa terwarnai.
4.
Inisiatif Untuk Aktif
Sebaik-baiknya
aktifis itu adalah yang memiliki Inisiatif untuk bergerak sendiri, bukan karena
ada hal-hal tertentu yang membuatnya untuk aktif, tapi karena niat tulus untuk
mensyiarkan Islam. Namun, yang saya lihat selama ini, hamper semua aktifis itu
harus terlebih dulu ditekan dan diperintah untuk menjalankan baru dia mau untuk
bergerak.
5.
Kreativitas dan Inovatif
Sebuah
kegiatan itu ada masanya masing-masing, mungkin kegiatan ini menjadi primadona
di masa sekarang, namun beberapa tahun kedepan atau bahkan beberapa minggu
kedepan tren atau kegiatan tersebut sudah tidak efektif lagi untuk dijadikan cara
untuk berdakwah. Dan begitulah kondisi dakwah selama ini yang saya lihat masih mengikuti
cara-cara lama yang saya rasa sudah tidak efektif lagi untuk dilaksanakan pada
kondisi sekarang.
Saya mengakui bahwa sepenuhnya saya belum
termasuk orang – orang yang masih diharapakan seperti dalam tulisan ini. Masih
begitu banyak perbaikan – perbaikan diri yang perlu dibertahapi untuk kebaikan
di depan hari. Untuk itu saya mohon maaf yang sebesar – besarnya terutama pada
Allah swt bila pengamatan saya ini hanya sepihak tanpa memperhatikan
pertimbangan – pertimbangan yang lebih lanjut dari pihak – pihak yang saya
kaitkan dalam tulisan ini.
Langganan:
Komentar (Atom)