Banyak
orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.
Banyak orang cepat datang ke shaf shalat laiknya orang yang amat
merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar
dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan
Tuhannya.
Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin
agama. Dingin, kering dan hampa,tanpa penghayatan. Hilang tak dicari,
ada tak disyukuri. Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin
untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang
ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.
Tersanjungkah
engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih
istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam
atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.
Tersanjungkah
engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada
apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik
orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim,
abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri. Asshiddiq
Abu Bakar Ra. Selalu gemetar saat dipuji orang. “Ya ALLAH, jadikan
diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku
karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidak tahuan mereka”,
ucapnya lirih.
Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu
banyak harta dan dana,lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah
mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu
mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang
beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang
sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan
orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidak-sesuaian amal mereka
dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di
belakang para pejuang.
Mereka telah menukar kerja dengan kata. Dimana kau letakkan dirimu?
Saat
kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu
kerap engkau bergetar dan takut. Sesudah pengalaman dan ilmu makin
bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa
gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.
Telah berapa hari
engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak
terasa lagi saat ma’siat menggodamu dan engkau meni’matinya? Malam-malam
berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang
banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH,
dimana kau kubur dia?
Ya
ALLAH, kami memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan
cinta kepada segala yang akan mendekatkan kami kepada cinta-Mu.
"Tetaplah bersinar apapun yang terjadi, karena banyak sekali orang yang bahagia karena sinarmu...!!"
Selasa, 26 Juni 2012
Jumat, 01 Juni 2012
Cinta Ikhwan Sesungguhnya
Ukhtina….bila aku seorang
ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun
tanpa malu mendekatimu,apa kau tidak merasa takut terjerat padaku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu dengan genit menggodamu, apa kau tidak merasa risih pada kegenitanku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa segan merayumu, apakah kau terbuai oleh bujuk rayuku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tak bisa menjaga izzah ketika berdekatan denganmu, apakah kau tidak bisa menolakku dengan perisai malumu..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa merasa berdosa berani menyentuhmu, apakah kau tidak takut Allah Azza Wa Jalla murka padamu, masihkah kau percaya pada ucapanku..?
tak curigakah kau padaku..?
Tak inginkah kau menjauhiku..??? atau karena kau telah terjebak ke dalam jurang cinta nafsu, sehingga kau tak mampu menolakku meski kau tau semua ucapanku "Mencintaimu Karena Allah" adalah palsu.
Ketahuilah ukhtina…
Bila aku seorang ikhwan sejati Yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.. Aku tidak akan berani menyentuhmu, bahkan hatimu sekalipun… Karena aku malu pada Allah Azza Wa Jalla jika bayanganku mengacaukan kekhusuk’an ibadahmu…
Bila aku seorang ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku tidak akan pernah berani merayumu, menggodamu, bahkan dengan bebas tanpa batas berinteraksi denganmu.. Karena kau belumlah halal bagiku. Aku malu jika harus membuatmu lebih banyak mengingatku dari pada mengingat-Nya. Aku malu jika harus menjadi seseorang yang membuat-Nya cemburu padamu karena kau rela melanggar larangan-larangan-Nya karena cintamu padaku.
Bila aku seorang Ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.aku tidak akan khawatir tidak dapat memilikimu karena tak mengungkapkan cintaku padamu sekarang meski saat ini aku begitu mengagumimu dan menginginkanmu menjadi bidadariku. Karena aku yakin jika engkau memang di takdirkan untukku, engkau pasti akan menjadi milikku meski aku tak mengikatmu.. Bukankah jika Allah Azza Wa Jalla tidak mentakdirkan kita bersama di ikatpun pasti akan terlepas juga akhirnya..???
Jadi untuk apa aku risau..???
Ukhtina…Sadarlah… bila aku seorang Ikhwan yang benar-benar mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku hanya akan berani merayumu, menggodamu, dan menyentuhmu setelah engkau telah halal bagiku.
^_^.
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah namun tanpa malu dengan genit menggodamu, apa kau tidak merasa risih pada kegenitanku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa segan merayumu, apakah kau terbuai oleh bujuk rayuku..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tak bisa menjaga izzah ketika berdekatan denganmu, apakah kau tidak bisa menolakku dengan perisai malumu..???
Bila aku seorang ikhwan yang mengatakan cinta padamu karena Allah Azza Wa Jalla namun tanpa merasa berdosa berani menyentuhmu, apakah kau tidak takut Allah Azza Wa Jalla murka padamu, masihkah kau percaya pada ucapanku..?
tak curigakah kau padaku..?
Tak inginkah kau menjauhiku..??? atau karena kau telah terjebak ke dalam jurang cinta nafsu, sehingga kau tak mampu menolakku meski kau tau semua ucapanku "Mencintaimu Karena Allah" adalah palsu.
Ketahuilah ukhtina…
Bila aku seorang ikhwan sejati Yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.. Aku tidak akan berani menyentuhmu, bahkan hatimu sekalipun… Karena aku malu pada Allah Azza Wa Jalla jika bayanganku mengacaukan kekhusuk’an ibadahmu…
Bila aku seorang ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku tidak akan pernah berani merayumu, menggodamu, bahkan dengan bebas tanpa batas berinteraksi denganmu.. Karena kau belumlah halal bagiku. Aku malu jika harus membuatmu lebih banyak mengingatku dari pada mengingat-Nya. Aku malu jika harus menjadi seseorang yang membuat-Nya cemburu padamu karena kau rela melanggar larangan-larangan-Nya karena cintamu padaku.
Bila aku seorang Ikhwan sejati yang mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla.aku tidak akan khawatir tidak dapat memilikimu karena tak mengungkapkan cintaku padamu sekarang meski saat ini aku begitu mengagumimu dan menginginkanmu menjadi bidadariku. Karena aku yakin jika engkau memang di takdirkan untukku, engkau pasti akan menjadi milikku meski aku tak mengikatmu.. Bukankah jika Allah Azza Wa Jalla tidak mentakdirkan kita bersama di ikatpun pasti akan terlepas juga akhirnya..???
Jadi untuk apa aku risau..???
Ukhtina…Sadarlah… bila aku seorang Ikhwan yang benar-benar mencintaimu karena Allah Azza Wa Jalla, aku hanya akan berani merayumu, menggodamu, dan menyentuhmu setelah engkau telah halal bagiku.
^_^.
Jika Bukan Karena Cinta Allah
Aku bukanlah orang yang banyak menuntut,
karna aku juga belum tentu dapat memenuhi tuntutan dari pasanganku....
Aku bukanlah orang yang menuntut kesempurnaan,
karna akupun tidak dapat memberi kesempurnaan....
Aku bukanlah orang yang banyak mengajukan kriteria Wanita Idaman,
karna aku mungkin juga tidak termasuk kedalam Pria Idaman...
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho dari-Nya..
Aku hanya mengharap pendamping yang mencintaiku apa adanya....
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho-Nya...
Cukuplah dia yang seiman, asal bisa sholat yang lainnya tidak penting....
Jika bukan karna takut akan Murka-Nya...
Aku akan berpacaran dengan banyak wanita, agar aku bisa memilih siapa yang terbaik diantara mereka...
Jika bukan karna Allah....
Cukuplah aku mencintaimu karna CINTA... CINTA... dan CINTA yang di agung-agungkan oleh para remaja....
Tapi karna aku menginginkan Cinta-Nya, Rahmat-Nya, Ridha-Nya...
Aku ingin memilihmu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin menerimamu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin mencintaimu karna akhlak dan ketaqwaanmu pada-Nya...
Dan akupun ingin kau memilihku dan menerimaku karna cintaku pada-Nya...
^_^.
karna aku juga belum tentu dapat memenuhi tuntutan dari pasanganku....
Aku bukanlah orang yang menuntut kesempurnaan,
karna akupun tidak dapat memberi kesempurnaan....
Aku bukanlah orang yang banyak mengajukan kriteria Wanita Idaman,
karna aku mungkin juga tidak termasuk kedalam Pria Idaman...
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho dari-Nya..
Aku hanya mengharap pendamping yang mencintaiku apa adanya....
Jika bukan mengharap Rahmat dan Ridho-Nya...
Cukuplah dia yang seiman, asal bisa sholat yang lainnya tidak penting....
Jika bukan karna takut akan Murka-Nya...
Aku akan berpacaran dengan banyak wanita, agar aku bisa memilih siapa yang terbaik diantara mereka...
Jika bukan karna Allah....
Cukuplah aku mencintaimu karna CINTA... CINTA... dan CINTA yang di agung-agungkan oleh para remaja....
Tapi karna aku menginginkan Cinta-Nya, Rahmat-Nya, Ridha-Nya...
Aku ingin memilihmu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin menerimamu karna Cintaku pada-Nya...
Aku ingin mencintaimu karna akhlak dan ketaqwaanmu pada-Nya...
Dan akupun ingin kau memilihku dan menerimaku karna cintaku pada-Nya...
^_^.
12 Golongan yang di do'akan Malaikat
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.
...
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
Wallahua’lam bish shawwab.
...
"Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (HR Imam Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar)
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.
"Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia' (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 469)
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib)
4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah)
5. Para malaikat mengucapkan 'aamin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.
"Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu" (HR Imam Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 782)
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.
"Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106)
7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.
"Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (HR Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no.9140)
8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.
"Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan' (HR Imam Muslim dari Ummud Darda', Shahih Muslim 2733)
9. Orang-orang yang berinfak.
"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Bukhari 1442 dan Shahih Muslim 1010)
10. Orang yang sedang makan sahur.
"Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa"sunnah" (HR Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, dari Abdullah bin Umar)
11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.
"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (HR Imam Ahmad dari 'Ali bin Abi Thalib, Al Musnad 754)
12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.
"Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (HR Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily)
Wallahua’lam bish shawwab.
Suami Kejam Berubah Menjadi Sholeh
Seorang
wanita salehah sedang diuji oleh Allah Azza Wa Jalla dengan seorang
suami yang berperilaku buruk, bertabiat kasar, jauh dari Allah Azza wa
Jalla.
Pukulan keras adlah hadiah sang suami untuknya,terjadi siang dan malam, sering hanya karena alasan sepele.berkali kali dia memikirkan untuk cerai, tetapi dia berlindung kepada Allah Azza Wa Jalla pada waktu sahur dengan terus menerus berdoa semoga Allah Azza Wa jalla membukakan hati suaminya.
hal ini berlangsung beberapa tahun,sementara dia memikul dua beban yang berat dalam hidupnya.
Beberapa kali Pak Amir,teman mereka,mengunjungi suaminya. Pak amir mengundang suaminya untuk datang ke rumah untuk mengajaknya pada kebaikan. suaminya selalu menolak,bermuka masam dan tidak mau menemui atau duduk dengan Pak Amir.
Si istri terus menerus berdoa,sabar menghadapi siksaan suaminya. pak amir kagum dengan kesabarannya menghadapi perilaku kasar suaminya.ia tak yakin ada wanita yang bisa sesabar wanita tersebut.
setelah itu datanglah pertolongan Allah Azza Wa Jalla,Iradah Allah datang memberi hidayah kepada si suami.
Setelah mendapat hidayah,dia menjadi teman dekat pak amir.
suatu kali dia menceritakan bagaimana hidayah Allah Azza Wa Jalla turun kepadanya.
" kadang kadang aku bangun pada tengah malam,dan tidak mendapati istriku disampingku.aku bangun untuk mencarinya,ternyata dia sedang bersungguh sungguh berdiri dihaadapan Allah Azza Wa Jalla,berdoa terus menerus,hal itu terulang bekali kali.
aku memukulinya,juga menamparnya,kalau tidak mendapati baju setelan telah bersih dan siap pada tempatnya.celaka dia seandainya makanan kurang garam atau kebnyakan garam.
aku orang yang bengis, sampai sampai aku tidak mendengar satu kalimatpun darinya. aku tidak mau mendengar nasihat ataupun saran. bahkan amarahku mendidih karena kata-kata "shalatlah!" atau "Matikan lagunya!". kadang kadang aku memaksanya melakukan beberapa hal atau menghadiri tempat tempat yang tidak pantas dilakukan dan dihadiri oleh seorang wanita shalehah.
suatu malam dia menangis, berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla dalam shalat malamnya.aku terbangun karena tangis dan doanya.aku merasakan seperti sebuah tusukan menembus dadaku .rasa sakit yang menjadikan diriku secepat kedipan mata membuka kembali lembaran hidupku dan sikapku kepadanya.
sementara dia TIDAK BERHENTI MENDOAKANKU.
Dengan cepat dan diliputi kekhawatiran aku bangun.hari itu aku berwudhu dan shalat Subuh berjama'ah,sejak itu aku menemukan diriku dan menemukan istriku yang telah lama menderita karena buruknya perlakuan ku padanya.
Sekarang suami tersebut menjadi orang yang sangat arif. hatinya lembut dan bersih.kebaikannya melebihi istrinya.pembawaannya shaleh.tidak melewati sepuluh yang terakhir pada bulan Ramadhan kecuali beri`tikaf di Masjidil Haram setiap tahun sejak perubahan terjadi dalam hidupnya.
Semua orang yang bertemu dengannya dan melihat pembawaannya pastik mengatakan bahwa dia termasuk generasi pertama umat islam.
Si istri pun sangat bahagia dengan perubahan suaminya.sekarang dia hidup bersama suami yang tidak mempunyai keinginan lain kecuali menerapkan petunjuk Nabi dalam bergaul dengan istri. suami itu berkata kepada pak Amir " aku ingin menjadi salah seorang yang berleher panjanng pada hari kiamat"
maka dia mengajukan diri kepada pihak yang berwenang di kota tersebut dan menjadi salah seorang muazin di sana.hatinya telah tertambat di masjid,padahal dulu dia berlari darinya.
MAHA SUCI ALLAH AZZA WA JALLA YANG MEMBOLAK BALIKAN HATI.
Pukulan keras adlah hadiah sang suami untuknya,terjadi siang dan malam, sering hanya karena alasan sepele.berkali kali dia memikirkan untuk cerai, tetapi dia berlindung kepada Allah Azza Wa Jalla pada waktu sahur dengan terus menerus berdoa semoga Allah Azza Wa jalla membukakan hati suaminya.
hal ini berlangsung beberapa tahun,sementara dia memikul dua beban yang berat dalam hidupnya.
Beberapa kali Pak Amir,teman mereka,mengunjungi suaminya. Pak amir mengundang suaminya untuk datang ke rumah untuk mengajaknya pada kebaikan. suaminya selalu menolak,bermuka masam dan tidak mau menemui atau duduk dengan Pak Amir.
Si istri terus menerus berdoa,sabar menghadapi siksaan suaminya. pak amir kagum dengan kesabarannya menghadapi perilaku kasar suaminya.ia tak yakin ada wanita yang bisa sesabar wanita tersebut.
setelah itu datanglah pertolongan Allah Azza Wa Jalla,Iradah Allah datang memberi hidayah kepada si suami.
Setelah mendapat hidayah,dia menjadi teman dekat pak amir.
suatu kali dia menceritakan bagaimana hidayah Allah Azza Wa Jalla turun kepadanya.
" kadang kadang aku bangun pada tengah malam,dan tidak mendapati istriku disampingku.aku bangun untuk mencarinya,ternyata dia sedang bersungguh sungguh berdiri dihaadapan Allah Azza Wa Jalla,berdoa terus menerus,hal itu terulang bekali kali.
aku memukulinya,juga menamparnya,kalau tidak mendapati baju setelan telah bersih dan siap pada tempatnya.celaka dia seandainya makanan kurang garam atau kebnyakan garam.
aku orang yang bengis, sampai sampai aku tidak mendengar satu kalimatpun darinya. aku tidak mau mendengar nasihat ataupun saran. bahkan amarahku mendidih karena kata-kata "shalatlah!" atau "Matikan lagunya!". kadang kadang aku memaksanya melakukan beberapa hal atau menghadiri tempat tempat yang tidak pantas dilakukan dan dihadiri oleh seorang wanita shalehah.
suatu malam dia menangis, berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla dalam shalat malamnya.aku terbangun karena tangis dan doanya.aku merasakan seperti sebuah tusukan menembus dadaku .rasa sakit yang menjadikan diriku secepat kedipan mata membuka kembali lembaran hidupku dan sikapku kepadanya.
sementara dia TIDAK BERHENTI MENDOAKANKU.
Dengan cepat dan diliputi kekhawatiran aku bangun.hari itu aku berwudhu dan shalat Subuh berjama'ah,sejak itu aku menemukan diriku dan menemukan istriku yang telah lama menderita karena buruknya perlakuan ku padanya.
Sekarang suami tersebut menjadi orang yang sangat arif. hatinya lembut dan bersih.kebaikannya melebihi istrinya.pembawaannya shaleh.tidak melewati sepuluh yang terakhir pada bulan Ramadhan kecuali beri`tikaf di Masjidil Haram setiap tahun sejak perubahan terjadi dalam hidupnya.
Semua orang yang bertemu dengannya dan melihat pembawaannya pastik mengatakan bahwa dia termasuk generasi pertama umat islam.
Si istri pun sangat bahagia dengan perubahan suaminya.sekarang dia hidup bersama suami yang tidak mempunyai keinginan lain kecuali menerapkan petunjuk Nabi dalam bergaul dengan istri. suami itu berkata kepada pak Amir " aku ingin menjadi salah seorang yang berleher panjanng pada hari kiamat"
maka dia mengajukan diri kepada pihak yang berwenang di kota tersebut dan menjadi salah seorang muazin di sana.hatinya telah tertambat di masjid,padahal dulu dia berlari darinya.
MAHA SUCI ALLAH AZZA WA JALLA YANG MEMBOLAK BALIKAN HATI.
Langganan:
Komentar (Atom)